Menghadapi 'Ketidakpastian': Studi Perdukunan Dalam Praktek Kerja Nelayan Batang
ANTONIUS NUR HADI KUSNO, Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.
2016 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYASebagai nelayan, orang-orang Klidang Lor secara langsung dihadapkan dengan kondisi alam laut yang tidak menentu dalam setiap kesempatan. Ombak yang tinggi, cuaca yang tidak menentu, dan kerusakan kapal menjadi resiko yang nyata bagi nelayan, hal ini bisa memungkinkan nelayan untuk tidak mendapatkan hasil ikan yang baik atau lebih parah, keselamatan awak kapal dapat terancam. Ketidakpastian akan hasil ekonomi dan keselamatan ini membuat pekerjaan laut menjadi salah satu pekerjaan yang berbahaya. Setiap nelayan Klidang Lor dalam kegiatannya kerjanya hampir setiap saat menggunakan dukun dan kekuatan magisnya, dari sebelum keberangkatan hingga kegiatan yang berhubungan dengan kapal. Kebutuhan akan dukun ini seakan akan wajib bagi nelayan. walaupun pada prakteknya penggunaan dukun tersebut tidak memberikan kontribusi bagi hasil tangkapan ikan nelayan. Kenyataan akan penggunaan dukun pada setiap kegiatan kerja nelayan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa nelayan Klidang Lor berdukun? Kata Kunci : Penggunaan dukun, ketidakpastian
Klidang Lor fishermen facing the uncertain sea environment in every occasion. High tide, uncertain weather, and ship damage while at sea become real risk for every fishermen. This condition could possibly make fishermen cannot get any fish or worse, this condition can be serious threat for their safety. This uncertainty about the catch and safety made fishermen become one of the most dangerous jobs in the world. Every fishermen at Klidang Lor always use shamanism and its magic capability in their work activity. Shamanism were used in every process in fishery activity; before sailing and every activity that related to the ships. This needs of shamanism became a rule for fishermen as if it's a must, although in practice it not contribute in fish catch. This practice of shamanism in every fishing activity rising a question, why Klidang Lor fishermen use it?
Kata Kunci : Penggunaan Dukun, ketidakpastian