Laporkan Masalah

KeAustraliaan dalam Miles Franklin Awards pada Tahun 1957-1995: Kajian Strukturasi Giddens

GALUH FEBRI PUTRA, Dr. Aprinus Salam, M.Hum.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Miles Franklin Awards merupakan penghargaan paling bergengsi di Australia. Miles Franklin Awards berusaha untuk menciptakan Keaustraliaan yang didesain untuk kepentingan pihak-pihak tertentu dan hal tersebut memicu terjadinya kontroversi dalam sastra Australia. Kontroversi pertama yang terjadi adalah tidak ada pemenang pada tahun 1973, disusul oleh protes Christhoper Koch dan Frank Moorehouse dan ditutup oleh kontroversi identitas palsu Helen Demidenko. Kontroversi yang terjadi berdampak luas terhadap sastra Australia dan perkembangannya, sehingga kontroversi Miles Franklin Awards layak untuk diteliti. Guna untuk menjelaskan lebih dalam bagaimana Keaustraliaan bergeser, tesis ini mengunakan kerangka teori strukturasi Giddens. Kerangka teori ini digunakan karena dapat menjelaskan tentang pergeseran masyarakat dan dampaknya dalam sastra. Kontroversi yang terjadi tidak lepas dari para agen yang berada di dalam panel penjurian Miles Franklin Awards ataupun para agen yang berada di luar panel penjurian. Para agen yang terlibat dalam Miles Franklin Awards merupakan agen yang menjadi poros strukturasi sehingga tindakannya direproduksi oleh agen-agen lain. Kontroversi terjadi karena pergesaran pemaknaan terhadap Keaustraliaan di luar Miles Franklin Awards. Dalam penelitian ini, Keaustraliaan dalam sastra pada awal kemerdekaan Australia merupakan bentukan dari pemerintah kolonial Inggris yang menyebarkan buku-buku sastra untuk merayakan imperialisme Inggris seperti karya-karya Rudyard Kipling. Keaustraliaan kemudian digeser oleh Banjo Paterson dan Henry Lawson menjadi milik Australia sepenuhnya dengan mengunakan narasi eksotis alam Australia. Miles Franklin Awards mengisolasi Keaustraliaan menjadi definisi fisik sehingga buku-buku sastra Australia menjadi laris di pasaran dalam negeri sehingga menguntungkan penerbit Australia. Belenggu fisik Keaustraliaan yang dibangun oleh Miles Franklin lama-lama semakin pudar karena publik mempunyai pemaknaan beragaram terhadap Keaustraliaan dalam sastra Australia. Keberagaman pemahaman Keaustraliaan dapat dilihat dari protes Christopher Koch yang melihat Keaustraliaan lebih dari sekedar belenggu fisik, atau Frank Moorhouse yang memaknai Keaustraliaan sebagai entitas yang tak terdefinisikan. Situasi tersebut menyebabkan Keaustraliaan dalam sastra Australia menjadi sangat beragam.

Miles Franklin Awards is premiere literary award in Australia. Miles Franklin Awards attempted to shape Australianess in order to confort particular group of people, and it triggered controversy to the Australian literature. The first controversy was no award given in 1973, the second was the protest of Christopher Koch, the radical protest of Frank Moorehouse, and the biographical imposture of Helen Demidenko. Miles Franklin Awards' controversy had the great effect to Australianess in Australian literature. In order to explain further on Miles Franklin Awards' controversy, this thesis used structuration theory conceptualized by Giddens. This theoretical approach had the instrument to analyze the shift of Australian literary society. The controversy of Miles Franklin Awards occured because of the agens in the judging panel and the literary agens outside the panel. The agent were usually the structutration center, whose action could be reproduced by the other agens. The controversy of Miles Franklin Awards occured because of the shift of Australianess meaning in Australian literature. This research found that, Australianess was originally built by British government by showing, selling and teaching British novel which celebrated British Imperialism such as Rudyard Klipling's works. Australianess was shifted by Banjo Paterson and Henry Lawson to gain independence from British literary imperialism. Miles Franklin Awards shifted Australianess to be more physical. This version of Australianess was shaped in order to make market of Australian literature in Australia. Australain publisher gained much profit because of that condition. The domination of Miles Franklin Awards in defining Australianess slowly faded. Literary society in Australia already had its own definitions of Australianess. The various definition of Australianess could be seen from the controversy of Christopher Koch who defined Australianess beyond the physical border, and Frank Moorehouse who defined Australianess is undefined entity. The condition made the definition of Australianess is various.

Kata Kunci : Miles Franklin Awards, Keaustraliaan, Strukturasi Giddens

  1. S2-2016-354109-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354109-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354109-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354109-title.pdf