MAKNA PUISI ALA MAHATTATI QITARIN SAQATA AN AL-KHARITATI DALAM ANTOLOGI PUISI LA URIDU LI HAZIHI AL-QASIDATI AN TANTAHIYA
ACHMAD RIFA'I, Dra. Hindun, M.Hum
2016 | Skripsi | S1 SASTRA ARABPuisi merupakan sistem tanda yang memiliki makna. Untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya, perlu dilakukan analisis menggunakan teori semiotik. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan makna yang terkandung pada puisi Ala Mahattati Qitarin Saqata An al-Kharitati dalam Antologi Puisi La Uridu Li Hazihi al-Qasidati An Tantahiya. Puisi ini ditulis oleh Mahmud Darwisy seorang penyair yang dikenal sebagai penyair perlawanan Palestina. Puisi ini dianalisis menggunakan teori semiotik, yaitu sebuah teori yang mengkaji makna dalam suatu karya sastra. Penelitian ini menggunakan satu tahap dari empat tahap teori yang dikemukakan oleh Riffaterre, yaitu menggunakan pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Dalam pembacaan heuristik, karya sastra dibaca secara linear sesuai dengan struktur bahasanya. Untuk mencapai makna perlu dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutik atau retroaktif. Dalam hal ini, karya sastra dibaca ulang dari awal hingga akhir dengan memberi tafsiran untuk mendapatkan makna kesusastraannya. Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa puisi Ala Mahattati Qitarin Saqata An al-Kharitati dalam Antologi Puisi La Uridu Li Hazihi al-Qasidati An Tantahiya berisi tentang perjuangan rakyat Palestina dalam mengusir penjajah untuk mempertahankan tanah airnya. Dalam puisi ini, Mahmud Darwisy juga menceritakan eksistensi Palestina. Negara Palestina itu tetap ada meskipun dalam kenyataanya telah dikuasai oleh Israel dan sudah hilang dari peta.
Poetry is a system of signs that have meaning. To understand the meaning contained in it, needs to be analyzed using semiotic theory. The purpose of this study was to reveal the meaning contained in the poem Ala Mahattati Qitarin Saqata An al-Kharitati In Poetry Anthology Puisi La Uridu Li Hazihi al-Qasidati An Tantahiya. This poem was written by a poet Mahmud Darwisy known as the poet of the Palestinian resistance. The poem was analyzed using semiotic theory, a theory which examines the meaning of a literary work. This study uses a single stage of four stages theory put forward by Riffaterre, using semiotic readings consisting of readings heuristic and hermeneutic reading. In heuristic reading, literature is read in a linear fashion in accordance with the structure of the language. To achieve significance should be continued with the reading of the hermeneutic or retroactive. In this case, re-read literary works from beginning to end with the members to get the meaning of literary interpretation. From the analysis, it can be seen that the poem Ala Mahattati Qitarin Saqata An al-Kharitati contains about the struggle of the Palestinian people in repel the invaders to defend homeland. In this poem, Mahmud Darwisy also told the Palestinian existence. Palestinian state is still there even though in reality been controlled by Israel and has been missing from the world map.
Kata Kunci : poetry, semiotic, and Palestine