DISKRIMINASI DAN EKSPLOITASI TERHADAP DIFABEL DALAM NOVEL DUGEUN-DUGEUN NAE INSAENG KARYA KIM AERAN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
HERLINDA YUNIASTI, Dr. Supriyadi, M. Hum.
2015 | Skripsi | S1 BAHASA KOREASebuah karya sastra tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor di luar karya. Karya sastra lahir dilatarbelakangi oleh beberapa hal, termasuk di antaranya adalah pengarang dan keadaan sosial masyarakat saat karya tersebut ditulis. Oleh karena itu, penelitian tentang karya sastra juga harus mencakup tentang faktor di luar karya itu sendiri. Penelitian ini membahas diskriminasi dan eksploitasi difabel dalam novel Dugeun-Dugeun Nae Insaeng karya Kim Aeran dengan menggunakan teori sosiologi sastra. Teori sosiologi sastra memahami, menganalisis, dan menilai karya sastra dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan (sosial). Teori ini menganggap bahwa sastra adalah salah satu fenomena sosial, sebagai produk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan difabel, diskriminasi, dan eksploitasi yang tercermin dalam novel, khususnya di Korea Selatan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui beberapa bentuk diskriminasi terhadap difabel yang ditunjukkan oleh Kim Aeran, yaitu kekerasan fisik, penghindaran, pandangan aneh, dan hinaan dari orang sekitar, sedangkan eksploitasi yang dilakukan adalah eksploitasi tokoh Areum yang dilakukan oleh tim produksi acara Iutege Heuimang dan Seoha untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, terdapat konsep-konsep positif dan negatif difabel menurut pengarang yang merupakan representasi difabel di Korea Selatan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa novel Dugeun-Dugeun Nae Insaeng karya Kim Aeran ini merupakan bentuk perlawanan dan kritik terhadap pandangan masyarakat tentang difabel yang menyebabkan terjadinya diskriminasi dan eksploitasi. Sebagai salah satu negara maju di dunia, Korea Selatan dianggap menyediakan fasilitas dan perlindungan hukum yang memadai untuk difabel. Akan tetapi faktanya, di Korea Selatan masih banyak ditemukan kasus-kasus diskriminasi dan eksploitasi terhadap difabel.
A literary work can t be separated from factors outside itself. Literary work is motivated by several things, including the author and social state of society when the work was written. Therefore, the study of literature should include on factors beyond the work itself. This study discusses about the discrimination and exploitation against disability in the novel Dugeun-Dugeun Nae Insaeng by Kim Aeran using sociology of literature theory. Sociology of literature theory is used to understand, analyze and assess the literature by considering the aspects (social). This theory assumes that literature is one of the social phenomena, as a product of society. This study aims to determine the life of the disabled, discrimination and exploitation which is reflected in the novel, particularly in South Korea. Based on the analysis known that some discrimination against the disabled shown by Kim Aeran which is physical violence, avoidance, odd look, and the insults from the people around, while the exploitation was done to Areum by production team Iutege Heuimang program and Seoha for getting her own profit. In addition, there are negative and positive disabilities concepts according to the authors that represent the disabled in South Korea. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the novel Dugeun-Dugeun Nae Insaeng by Kim Aeran is a form of resistance and criticism of society s view of disability that leads to discrimination and exploitation. As one of the advanced countries in the world, South Korea is considered to provide facilities and adequate legal protection for the disabled. But the fact is, there are still many cases of discrimination and exploitation against the disabled in South Korea.
Kata Kunci : diskriminasi, eksploitasi, difabel, Korea Selatan, novel, sosiologi sastra