Laporkan Masalah

ECONOMIC FEASIBILITY STUDY OF TELUK LAMONG MULTIPURPOSE TERMINAL: A STRATEGIC PLANNING OF TANJUNG PERAK PORT, INDONESIA

BETHA AGUS PRIMADEWI, Prof. Ir. SIGIT PRIYANTO, M.Sc., Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, DEA.

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan terbesar kedua di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat terutama di sektor peti kemas. Saat ini, pelabuhan Tanjung Perak sudah mencapai kapasitas maksimumnya, sehingga pelabuhan menghadapi berbagai masalah, contohnya: kemacetan lalu lintas kapal dan peti kemas karena keterbatasan lahan dan peralatan di pelabuhan Tanjung Perak. Untuk mengatasi masalah ini, Pelindo III dan Kementerian Perhubungan Indonesia sebagai operator dan regulator pelabuhan Tanjung Perak memilih untuk membangun terminal serba guna baru untuk meningkatkan kapasitas dan disebut proyek Terminal Serba guna Teluk Lamong. Mengingat biaya investasi yang tinggi dan dampak dari pembangunan terminal baru, diperlukan perhitungan manfaat dan biaya yang akan timbul dari proyek tersebut untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi dari proyek Terminal Multripurpose Teluk Lamong tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dengan menggunakan proyeksi arus pertumbuhan peti kemas untuk menganalisis biaya dan manfaat dari proyek Terminal Serba guna Teluk Lamong, dan melakukan analisis stakeholder pelabuhan Tanjung Perak untuk mengetahui kelayakan pembangunan terminal baru untuk pengembangan pelabuhan Tanjung Perak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari Analisis Biaya Manfaat dan Analisis Stakeholder, proyek Terminal Serba guna Teluk Lamong, layak secara ekonomis sebagai bagian dari stategi pengembangan pelabuhan Tanjung Perak. Terlepas dari proyeksi pertumbuhan TEU peti kemas yang tinggi, pelabuhan Tanjung Perak sudah mencapai kapasitas maksimum sehingga membutuhkan terminal baru dengan teknologi canggih untuk mengakomodasi permintaan barang dan kontainer di masa depan.

Tanjung Perak port as the second largest port in Indonesia is clearly geared towards growth, especially in container shipments. After all, the port already reach its maximum capacity, thus the port needs to encounter various issues, for example: container and vessel traffic congestion due to limitation of land and equipment in Tanjung Perak port. To address these issues, Pelindo III and Ministry of Transportation Indonesia as operator and regulator of Tanjung Perak port has develop a new multipurpose terminal to increase its capacity as called Teluk Lamong project. Precisely, because of the high capital cost and impacts of the new terminal development, assessment of benefits and costs that would arise from the project is necessary to evaluate the economic feasibility of Teluk Lamong project. The method used in this study was mixed quantitative and qualitative approach. This study employs containers projections to forecast the future demand of vessel and containers shipments in Tanjung Perak Port. Furthermore, this study also analyse the costs and benefits of new terminal development in Teluk Lamong, thus conduct stakeholder analysis of Tanjung Perak port to assess the economic feasibility of the project. The results obtained, that from Cost Benefit Analysis and Stakeholder Analysis of Teluk Lamong project, the new Multipurpose Terminal were economically feasible as Tanjung Perak port expansion strategy. Regardless Tanjung Perak’s high TEUs growth, as the port already reach its maximum capacity, it will require a new terminal with sophisticated technologies in order to accommodate the demand of freight and containers in the future.

Kata Kunci : Traffic Projection, Economic Feasibility Study, Cost and Benefit Analysis, Stakeholders Analysis.

  1. S2-2015-353394-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353394-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353394-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353394-title.pdf