Model Bisnis Pengelolaan Lahan Sorgum Terpadu PT Sorgum Sejahtera
Deta Indra Setiawan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Magister ManajemenDengan meningkatnya impor terigu, daging dan bahan bakar diikuti dengan kenaikan konsumsi terigu, daging dan bahan bakar maka mendorong untuk dilakukan studi ini agar mendapatkan wawasan mencari alternatif bahan penyedian kebutuhan impor tersebut. PT Sorgum Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan lahan untuk dijadikan lahan sorgum terpadu, dimana diharapkan tidak ada bahan yang terbuang dari hasil panen sorgum. Biji Sorgum akan dipergunakan sebagai pengganti gandum, batang Sorgum akan dipergunakan sebagai bahan pengganti bahan bakar / etanol, serta limbah lainnya seperti daun akan dipergunakan sebagai campuran pakan ternak untuk penggemukkan sapi ternak. Model bisnis PT Sorgum Sejahtera dianalisa menggunakan kerangka bisnis model yang dikembangkan oleh Osterwalder & Pigneur (2010) terdiri dari sembilan blok bangunan. Pengembangan model bisnis pada jasa pengelolaan lahan sorgum terpadu PT Sorgum Sejahtera dapat terpacu pada value proposition dan pada customer segment baru yang mempengaruhi blok bangunan model bisnis lain. Beberapa value proposition ditambahkan antara lain zero waste atau tidak adanya limbah dari hasil panen. Dengan bekerjasama dengan masyarakat sekitar, PT Sorgum Sejahtera diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya Sorgum bagi masyarakat luas serta memberikan kepercaan kepada pengusaha karena pengelolaan Sorgum secara terpadu dapat memberikan keuntungan yang tidak memerlukan waktu yang lama.
With increasing imports of wheat, meat and fuel followed by increased consumption of wheat, meat and fuel the push to do this study in order to gain insight into the search for alternative materials the provision of import needs. PT Sorgum Sejahtera is a company engaged in land management to be integrated sorghum land, which is expected no material is wasted from the crop sorghum. Sorghum seeds will be used as a substitute for wheat, sorghum stalks will be used as a substitute fuel / ethanol, as well as other waste like leaves will be used as a mixed fodder for fattening cattle. PT Sorgum Sejahtera business models were analyzed using the framework of the business model developed by Osterwalder & Pigneur (2010) consists of nine building blocks. Development of the services business model of integrated land management sorghum PT Sorgum Sejahtera can be accelerated on the customer value proposition and a new segment that affects the building blocks of other business models. Some added value proposition, among others, the absence of zero waste or waste from crops. By working with local communities, PT Sorgum Sejahtera is expected to provide insight to the public about the importance of sorghum for the wider community as well as providing kepercaan to employers for Sorghum management in an integrated manner to provide benefits that do not require a long time.
Kata Kunci : Kata Kunci : Pengelolaan Lahan Sorgum Terpadu, Pengembangan Model Bisnis