Dislokasi Akhirat: Yahudi Post-Space dalam A Blessing on the Moon Karya Joseph Skibell
SRI SUMARYANI, Prof. Dr. Faruk, S.U.
2015 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata ruang dalam sepuluh lokasi spasial yang terdapat dalam novel Holocaust berjudul A Blessing on the Moon karya Joseph Skibell serta menjelaskan marjinalisasi secara umum terhadap bangsa Yahudi dalam konteks relasi kuasa. Pasca Holocaust, bangsa Yahudi masih mengalami marjinalisasi dalam berbagai bentuk sehingga pencarian ruang yang membebaskan menjadi sebuah kebutuhan. Sepuluh ruang yang dibahas dalam penelitian ini merupakan hasil dari pengalaman dislokasi tokoh utama untuk mencari sebuah ruang pembebasan yang dalam novel disebut sebagai akhirat. Penelitian ini menggunakan teori politik spasial Upstone dan konsep Liyan menurut Orientalisme Said untuk mengurai tata ruang dalam suatu lokasi spasial dan resistensi sebagai respon dari tata ruang tersebut serta menjelaskan marjinalisasi terhadap bangsa Yahudi secara umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif sementara teknik analisisnya memiliki komponen berupa proses menghubungkan dua kategori data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sepuluh lokasi spasial yang dikunjungi oleh tokoh utama, sembilan di antaranya memiliki tata ruang yang membuatnya tidak bisa dijadikan sebagai akhirat sehingga memicu dislokasi sebagai bagian dari strategi resistensi. Penyebabnya adalah ikatan yang dimiliki ruang-ruang tersebut dengan bentuk fisik dan waktu. Akhirat yang dicari berada pada pangkuan ibu sebagai ruang dengan skala tubuh. Pangkuan ibu menjadi chora yang memberikan kondisi pra-culture yang bebas dari definisi dan makna, termasuk ikatan dengan bentuk fisik dan waktu yang memiliki besaran tertentu. Hal ini membuat pangkuan ibu menjadi ruang pembebasan ideal. Dalam konteks relasi kuasa, marjinalisasi yang dialami bangsa Yahudi merupakan akibat dari proses othering di dalam relasi sosial budaya. Posisi sebagai Liyan membuat mereka menerima dampak konstruksi kolonial walaupun mereka sejatinya bukanlah bangsa yang terkoloni.
This research is aimed to analyze spatial construction in ten spatial locations portrayed in a Holocaust novel entitled A Blessing on the Moon written by Joseph Skibell and to explain marginalization against Jews in general under the context of power relation. In the post-Holocaust period, the Jews still experience marginalization in many forms so that the search for a liberating space becomes necessary. The ten spaces discussed are the result of dislocation performed by the main character when looking for the liberating space named as The World to Come in the novel. The research employs the theory of spatial politics by Upstone and the concept of "Other" from Said's Orientalism to analyze the spatial construction in ten spatial locations and the resistance as a response to the construction. Moreover, they are also used to explain the marginalization of the Jewish people in general. The research is qualitative descriptive and the analysis technique has two components of relating two categories of data and drawing conclusion. The results show that from the ten spatial locations visited by the main character, nine of them have spatial construction that hamper the spaces from being made as the World to Come so that it triggers dislocation as the part of the resistance strategy. The reason is that the spaces still have strong bond with physical form and time. The World to Come is located on the lap of the main character's mother which makes it as a space with the bodily scale. It functions as chora which provides pre-cultural condition free from definition and meaning, including from the bond with physical form and time which have certain measurement. Thus, it makes the mother's lap as the ideal liberating space. In the context of power relation, the marginalization experienced by the Jewish people is a result from othering process in the socio-cultural relation. Their position as the Other makes them receive the impact of colonial construction even though they are not colonized.
Kata Kunci : space, post-space, dislocation, spatial construction, spatial location