Praktik Pedagang Intan: Akses dan Pendayagunaan Kapital dalam Perdagangan Intan di Martapura, Kalimantan Selatan
YUSUF HIDAYAT, Promotor Prof. Dr. Susetiawan, Ko Promotor Dr. Suharko
2015 | Disertasi | S3 Ilmu SosiologiKomoditas intan merupakan komoditas yang langka dengan nilainya yang tak berstandard dan harga yang mahal dan tidak tetap. Beberapa karakteristik intan ini menjadikan para pedagang sangat dinamis dan berkontestasi untuk meraih kesuksesan dengan memainkan berbagai kapital ekonomi, sosial, budaya dan simbolik. Kesuksesan pedagang intan dalam berdagang intan bergantung pada ketersediaan akses terhadap kapital serta ketepatan strategi dalam pendayagunaan kapital tersebut. Untuk itu kajian ini berusaha untuk mengkaji Bagaimana strategi pedagang intan mengakses dan mendayagunakan kapital untuk mencapai keberhasilan dalam berdagang intan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan telah dilaksanakan di kota Martapura dengan jumlah informan sebanyak 15 orang yang terdiri dari Bos Besar, Bos, pedagang kecil, pengempet dan konsumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan catatan harian penelitian serta dianalisis melalui pengklasifikasian dan interpretasi data serta didiskusikan dengan teori terdahulu yang dibangun dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa pertama, Kapital yang bekerja dalam perdagangan intan seperti kapital ekonomi, kapital social dan kapital budaya lebih banyak diakses melalui lembaga keluarga terutama keluarga-keluarga pedagang besar dan menengah sehingga mereka lebih terbuka peluang untuk sukses menjadi pedagang intan dibandingkan pedagang-pedagang kecil dan pengempet. Kedua, Strategi pendayagunaan kapital oleh pedagang dalam kontestasi untuk menguasai pasar intan dilakukan dengan memaksimalkan kepemilikan kapital ekonomi, social dan budaya sesuai dengan kapasitas mereka dalam komunitas pedagang intan dan melalui pemanfaatan institusi perkongsian yang dibentuk oleh Bos besar dengan merangkul Bos dan pedagang kecil untuk memenangkan kontestasi dengan sesama Bos besar dalam mendapatkan intan yang besar. Mereka yang tergabung dalam perkongsian ini memiliki peran masing-masing yaitu bos besar sebagai Inisiator yang berperan sebagai pemrakarsa perkongsian ini yang menyediakan modal uang untuk perkongsian. Bos sebagai Executor yang mengatur strategi dalam memperoleh intan dengan melibatkan dan mengontrol pedagang kecil sebagai Contributor yang bergerak sebagai ujung tombak dalam menjalankan strategi untuk mendapatkan intan. Namun demikian, meskipun mereka terintegrasi dalam perkongsian, mereka juga berkontestasi di dalam perkongsian ini dengan saling mempertukarkan kapital masing-masing untuk memaksimalkan keuntungan dari perkongsian ini. Oleh karena itu kelanggengan perkongsian akan selalu dievaluasi oleh masing-masing anggota perkongsian melalui renegosiation of reward (negosiasi ulang ganjaran) di antara mereka.
The commodity of diamond is a scarce commodity with a value that is not standardized and the price is expensive and not fixed. Some characteristics of this diamond traders to make highly dynamic and berkontestasi to achieve success by playing a variety of economic capital, social, cultural and symbolic. The success of diamond traders in the diamond trade depends on the availability of access to capital as well as the accuracy of the strategy in the capital utilization. Therefore this study sought to examine the diamond merchant strategy on how to access and utilize the capital to achieve success in the diamond trade? This study used qualitative methods and has been implemented in Martapura with the number of informant is as many as 15 people consisting of Big Boss, boss, small traders, pengempet and consumers. Data were collected through observation, interview and diary studies and analyzed through classification and interpretation of data and discussed with the previous theory constructed in this study. This study found that the first, Kapital working in the diamond trade as economic capital, capital and social capital of culture more accessible through the institution of the family, especially the family of wholesalers and medium so that they are more of a chance to be a successful trader diamonds than small traders and pengempet , Second, the strategy is the utilization of capital by merchants in contestation to dominate the market diamond done by maximizing capital ownership of economic, social and cultural according to their capacity in the communities of merchants of diamonds and through utilization of institutional partnership formed by the big boss to embrace Bos and small traders to win contestation with fellow big boss in getting a large diamond. They were joined in this partnership have their respective roles as Initiator is a great boss who acts as the initiator of this partnership which provides money for the partnership. Boss as Executor governing strategy in obtaining the diamond to engage and control the small traders as Contributors engaged as a spearhead in implementing a strategy to get a diamond. However, although they are integrated in a partnership, they also concentrate in this partnership by exchanging their capital in order to maximize the benefits of this partnership. Therefore, the continuity of the partnership will be evaluated by each member of the partnership through renegosiation of reward between them.
Kata Kunci : Pedagang Intan, Kapital, Kontestasi, dan Perkongsian/Diamond Traders, Capital, contestation, and partnership