Laporkan Masalah

Penyesuaian Diri pada Remaja Penyandang Disabilitas Daksa Ditinjau dari Otonomi

RATU FARAH INTAN S, Aisah Indati, Dra., M.S.

2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Remaja penyandang disabilitas daksa membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut terjadi karena pada usia remaja kondisi fisik merupakan hal yang selalu diperhatikan oleh remaja, selain itu pada usia ini mereka mulai menuntut otonomi. Namun, seringkali orang tua terlalu berlebihan dalam melindungi remaja penyandang disabilitas daksa. Sikap orang tua yang terlalu berlebihan dalam melindungi remaja penyandang disabilitas daksa menyebabkan partisipasi sosialnya terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan remaja penyandang disabilitas daksa sulit untuk menyesuaiakan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara otonomi dengan penyesuaian diri remaja penyandang disabilitas daksa. Jumlah subjek yang terlibat dalam penelitian ini ada 40 orang. Kriteria subjek penelitian ini adalah remaja penyandang disabilitas daksa yang berusia 14-21 tahun dan tingkat kecacatan tergolong ringan dan sedang. Penelitian ini juga menguji perbedaan penyesuaian diri ditinjau dari jenis kelamin, rentang usia, waktu terjadinya cacat, dan subjek yang tinggal di tempat rehabilitasi dan yang tinggal di rumah. Pengumpulan data dilakukan dengan dua skala, yaitu skala otonomi dan skala penyesuaian diri. Data yang terkumpul dianalisi dengan menggunakan analisis korelasi product moment dan uji beda t-test dengan menggunakan SPSS 18 for windows. Melalui analisis korelasi diperolah hasil penelitian bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara otonomi dengan penyesuaian diri remaja penyandang disabilitas daksa (r=0.749; sig.=0.000) dan berdasarkan uji beda tidak ada perbedaan penyesuaian diri remaja penyandang disabilitas daksa laki-laki dan perempuan (t =1.616; sig. =0.114), remaja penyandang disabilitas daksa usia 14-17 tahun dan usia 18-21 tahun (t =-0.002; sig =0.998), waktu terjadinya cacat, yaitu prenatal dan postnatal (t =-0.364; sig. =0.731), serta subjek yang direhabilitasi dan subjek yang sekolah (t =1.279; sig. =0.209).

Physically disabled adolescents need of special attention from government and society. During that age, adolescents intended of appearance and asked for autonomy from their parents. Most often, parents were overprotective with physically disabled adolescents. This condition caused physically disabled adolescents had restricted in social participation and had difficulties in adjustment. The aim of this study was to examine the correlation between autonomy and adjustment of physically disabled adolescents. There were 40 disabled adolescents involved in this research. The participants of this study were physically disabled adolescents age between 14 to 21 years and their disabilities were classified as moderate and light. This study also intended to reveal the difference of physically disabled adolescents observed from gender, range of age, occurrence time of defects and the environment where the rehabilitation centre or at home. The questionnaires autonomy and adjustment used to collect the data. The data were analyzed by using correlation of product moment and t-test. The calculation were used the SPSS 18 for windows. The result of the correlation analysis that there was a very significant and positive correlation between autonomy and adjustment (r=0.749; p=0.000). The result of t-test analysis indicate that there was no difference between the adjustment on male and female of physically disabled adolescents (t =1.616; sig. =0.114), no difference between the adjustment on physically disabled adolescents age between 14 to 17 and 18 to 21 years (t =-0.002; sig. =0.998), no difference between the adjustment on occurrence time of defects, that is prenatal and postnatal (t =-0.364; sig. =0.731), and no difference between the adjustment on physically disabled who is being rehabilitated or being in school (t =1.279; sig. =0.209).

Kata Kunci : self-adjustment, autonomy, adolescents, physical disabled, the kind of physical disability

  1. S1-2015-317640-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317640-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317640-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317640-title.pdf