Laporkan Masalah

Pembelajaran Anak Sanggar Lare Mentes Dan Kesenian Musik Perkusi

MARIA DEBRINA P., Purwanto Drs., S.U., M.Phil

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Anak-anak merupakan aset penting bagi bangsa. Tidak hanya kecerdasan yang diharapkan tapi juga kreativitas, keterampilan, penguasaan teknologi dan akhlak mulia. Pendidikan untuk anak-anak dirasa sangat penting dalam menunjang pola pikir maupun perkembangan pertumbuhan anak. Pertimbangan bagi pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Pada tahun 2006 pasca terjadinya gempa jogya ada kegiatan pendidikan alternatif melalui pembelajaran kesenian yang dilakukan di Desa Towangsan, Pundung, Klaten. Kegiatan pembelajaran tersebut dikelola oleh Sanggar Lare Mentes. Salah satu pembelajaran yang unik dan menarik yang dilakukan sanggar adalah kesenian musik perkusi. Musik perkusi merupakan bentuk dasar dari segala musik yang bisa dimainkan anak-anak dari semua kalangan tanpa batasan usia. Selain itu, musik perkusi paling dekat bersentuhan dengan anak karena perkusi dasarnya adalah bunyi, bukan nada. Musik juga merupakan inspirasi bagi anak-anak, menjadikan anak lebih berani berkreasi dan inovatif dalam banyak hal. Keberadaan Sanggar Lare Mentes memotivasi orang tua untuk mengikutsertakan anaknya dan partisipasi orang tua dalam kegiatanya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya pendidikan alternatif melalui kesenian musik perkusi ini. Jadi penting pula untuk mengetahui pola pembelajaran yang ada di Sanggar Lare Mentes. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Lare Mentes, RT13/RW06 Dukuh Pundung, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Analisis data yang dilakukan penulis dengan cara reduktif, dimana peneliti memformulasikan teori pembelajaran kontruktivisme Vygotsky dan teori partisipasi sosial George&Achilles. Konsep teori ini menekankan Sanggar Lare Mentes lebih memperhatikan proses daripada hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesenian musik perkusi di Sanggar Lare Mentes baik bagi perkembangan anak-anak. Dalam hal ini anak-anak diajarkan pengenalan mengenai cara memainkan alat musik tertentu, dengan lebih dulu mengenal notasi nada, mengenal sejarah perkusi, memainkan alat yang menghasilkan bunyi, belajar menyelaraskan secara berkelompok, dan menciptakan karya-karya. Dengan adanya program pembelajaran ini, anak-anak tumbuh menjadi anak yang berani mengekspresikan diri, lebih percaya diri, kritis, dan lebih kreatif. Perubahan yang terjadi di masyarakat adalah penerimaan warga termasuk orang tua anak yang dari awal sangatlah positif dan mendukung, mempermudah segala kelancaran kegiatan sanggar baik di dalam maupun di luar sanggar. Perangkat desa selalu mendukung dan juga diperbantukan dengan adanya potensi-potensi muda berbakat yang dapat berpartisipasi dalam pengembangan desanya.

Children are an important asset for the nation. Not only the intellect to be expected but also of creativity, skill, mastery of technology and noble character. Education for children is considered very important in supporting the mindset and the development of growing children. Consideration for the education of children the same as preparing for the coming generation. In 2006 after the earthquake there jogya alternative education through learning activities conducted in the village art Towangsan, Pundung, Klaten. The learning activities are managed by Sanggar Lare Mentes. One of the unique and exciting learning done is art studio percussion. Percussion is the basic form of all the music that can be played kids from all walks of life without any age limit. Additionally, percussion closest contact with the child as essentially a percussion sound, not the tone. Music is also an inspiration to the children, make children more willing to be creative and innovative in many ways. Test the existence Studio Lare motivate parents to include their children and parent participation in action. This shows that the importance of alternative education through the arts this percussion music. So it is also important to know the pattern of learning in Lare Test the studio. This research was conducted in Lare Test the studio, RT13 / RW06 Pundung Hamlet, Village Towangsan, Gantiwarno, Central Java. Researchers used qualitative method with descriptive research. The data analysis was conducted by the author with a reductive manner, where researchers formulated the theory of constructivism learning theory of Vygotsky and social participation of George and Achilles. The concept of this theory emphasize Test the studio Lare more attention to the process than the results. Data was collected through observation, interviews, documentation, field notes and literature study. The results showed that the program in studio art percussion Lare Test the good for children's development. In this case, children are taught introduction to how to play certain musical instruments, by first knowing tone notation, know the history of percussion, play an instrument that produces sound, align learning in groups, and creating works. Given this learning program, children grow into children who dare to express themselves, more confident, critical, and creative. Changes taking place in society is acceptance of people, including parents of children who from the beginning is very positive and supportive, simplify all the smooth operation of studio both inside and outside the studio. The village has always supported and seconded by the talented young potentials that can participate in the development of their village.

Kata Kunci : Learning, Percussion, Sanggar lare Mentes

  1. S1-2015-254237-abstract.pdf  
  2. S1-2015-254237-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-254237-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-254237-title.pdf