Perencanaan Visual Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Dengan Konsep Ruang Kreatif
AYU EKI MAHARATRI I , Ir. Didik Kristiadi MLA., MAUD
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAGeliat pertumbuhan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) sisi Madura pasca berdirinya Jembatan Suramadu menjadi awal munculnya isu-isu permasalahan kawasan pintu gerbang Madura ini. Tidak dibarengi dengan aksi penataan dan perencanaan yang baik, kurangnya rasa „sense of place‟ masyarakat, pertumbuhan yang seharusnya berpengaruh baik, justru menjadi masalah dan memperburuk kawasan. Terciptanya visual yang buruk dan ruang-ruang terbengkalai atau lost space (plaza, rest area, dan jalan) adalah salah satu diantara permasalahan kawasan ini. Berangkat dari sinilah, mencoba mendesain dan merancang kawasan untuk menciptakan visual kawasan sebagai wajah Madura ini menjadi lebih tertata dan teratur serta menciptakan kegiatan public yang aktif dan baru melalui konsep ruang kreatif. Konsep tersebut dipilih karena melalui indicator-indikator konsep kreatif mampu memicu dan merangsang terciptanya masyarakat kawasan sebagai sumberdaya manusia yang mampu berpikir kritis, lebih inovatif dan melalui desain/ perancangan ruang sebagai wadah kegiatan kreatif. Metode yang digunakan dalam perencanaan ini yakni menggunakan metode kriteria. Kriteria diperoleh dari sintesis teori terkait isu permasalahan yakni lost space, teori visual dan konsep ruang kreatif. Variabel kriteria adalah elemen fisik perancangan. Adanya permasalahan lost space dan visual, memperburuk citra kawasan sebagai pintu gerbang Madura, untuk itu melalui perancangan ruang yang mengacu pada kriteria dan konsep kreatif sebagai upaya penyelesaian masalah tersebut dinilai juga mampu mengembangkan kawasan menjadi ruang yang lebih aktif dengan penciptaan kegiatan-kegiatan baru. Rencana kawasan ini selain bertujuan untuk penanggulangan permasalahan, juga untuk pengembangan kawasan sebagai kawasan ekonomi regional.
Growth of KKJSM Madura side after built Suramadu Bridge started in welcoming gate issues. there was no good managing and planning, less of public 'sense of place', the growing should be have a good effect, however trouble complicated area occurred. Visual quality decreased and lost space (plaza, rest area, and road) effected by one of the troubling in this area. Begin from this issues, try over plan and design to created the visual area as the face of Madura can be more managed and make active-new public activities by creativity space concept. The concept chosen by creativity space concept indicators which produced and affected the public as human resources that more critically and completely innovative, moreover designing the space will be creative place. Using criteria method in this planning get by theory synthesis about troubling issues such as lost space, visual theory and creativity space concept. The variable of criteria is physic‟s elements urban design. The lost space and visual troubling, decreased image and quality area as Madura welcoming gate. Through by urban design that refer to criteria and creativity space concept as achievement effort that contribute will be more creative place with great new activities. Moreover, the purpose of urban design as problem solving, raise up urban development in regional economy.
Kata Kunci : Keywords : lost space, visual, creativity, Suramadu, Madura.