Laporkan Masalah

CONVENIENCE MALL DI KOTA MALANG DENGAN PENEKANAN POLA INTERAKSI DAN KARAKTERISTIK PEMBELI IMPULSE BASED DAN DESTINATION BASED

DAMAR NADI KAHAR, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M. Arch

2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Malang Raya merupakan salah satu pusat kunjungan wisata terbesar di Jawa Timur baik bagi turis lokal maupun mancanegara. Malang Raya dibagi menjadi tiga wilayah yaitu, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Apabila Kota Batu dikembangkan pada eco tourist dan agro tourist, dan Kabupaten Malang difokuskan pada agro tourist dan wisata bahari, maka Kota Malang sendiri dikembangkan sebagai wisata belanja dan kulinernya. Namun karena lahan yang terbatas di Kota Malang, maka pengembangan pariwisatanya pun tidak segencar di Kota Batu maupun di Kabupaten Malang, padahal hampir semua turis yang berasal dari luar kota akan mengunjungi Kota Malang karena mempunyai fasilitas penginapan dan akomodasi yang lengkap, namun hanya sebagai tempat transit untuk berwisata ketempat lain. Untuk mengembangkan pariwisatanya, Pemerintah Kota Malang sendiri akan mengandalkan pusat perbelanjaan / shopping Centre sebagai motor utama. Hal tersebut dikarenakan kepadatan penduduk yang lebih tinggi dan seperti halnya kota-kota besar lainnya, keterbatasan lahan juga menjadi isu yang membuat sebuah Kota terus mengembangkan pusat perbelanjaan sebagai salah satu sumber pendapatan daerahnya. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan shopping Center bukan saja diinginkan oleh pemerintah ataupun pengembang namun juga masyarakat. Shopping Center yang ada saat ini di Kota Malang mulai ketinggalan zaman atau obsolete seiring dengan kemajuan zaman, permintaan masyarakat, dan meningkatnya daya beli masyarakatnya.

Malang Raya is city in East Java that has one of the largest tourists visitor for both local and foreign tourists. Malang Raya is divided into three regions, namely, Malang City, Kabupaten Malang and Batu city. Meanwhile, Batu City developed in eco and agro tourist, and Kabupaten Malang focused on agro tourist and nautical tourism, then Malang City developed as a shopping and culinary tourism. But due to the limited land in Malang, then its tourism development is not as extensive as in Batu City and in Kabupaten Malang, whereas almost all tourists who come from out of town will be visiting the Malang City because its facilities such as hotel and accommodation, but only as a transit point to travel to another place. To develop its tourism, Malang City Government will rely on the shopping mall/shopping Center as the main motor. That is because the higher population density and as well as other big cities, the limitations of the land also became issues that make a city shopping center continues to develop as one of the sources of income of its region. As time goes, the needs of shopping Center are not only desired by the Government or developers but also the community. Shopping Center that exists today in the city of Malang started outmoded or obsolete along with the times to come, the demand of society, and the rising purchase power of the people.

Kata Kunci : Shopping, Center, Mall, Malang, Pusat Perbelanjaan

  1. S1-2015-313116-abstract.pdf  
  2. S1-2015-313116-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-313116-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-313116-title.pdf