Laporkan Masalah

Analisis Tebal Perkerasan Kaku Jalan Tol Pejagan - Pemalang

TRI LAKSONO WIDAGDO, Ir. H. Wardhani Sartono, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Jalan tol Pejagan – Pemalang merupakan salah satu bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa. Panjang jalan tol dengan tipe perkerasan kaku ini mencapai 57 km dan bermanfaat untuk mengurangi waktu tempuh perjalanan. Saat ini jalan tol ini masih dalam tahap konstruksi dan baru akan dibuka pada tahun 2016. Data yang digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan kaku didapatkan dari lapangan, dan juga beberapa instansi pemerintahan yang terkait. Data tanah, dan mutu bahan yang digunakan didapatkan dari lapangan (PT Waskita Karya), sedangkan data LHR didapat dari satker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional). Metode yang digunakan alam analisis tebal perkerasan kaku ini yaitu metode Bina Marga dan metode AASHTO 1993. Berdasaran hasil perhitungan, diperoleh dua nilai tebal perkerasan kaku dari masing-masing metode. Dengan metode Bina Marga diperoleh tebal perkerasan kaku sebesar 29 cm, sedangkan hasil analisa tebal perkerasan kaku menggunakan metode AASHTO 1993 diperoleh tebal perkerasan kaku sebesar 14 inch (35,56 cm).

Pejagan – Pemalang toll road is a part of the Trans Java toll road project. The length of this highway reaches 57 km. The toll road is beneficial in reducing the travel time. Currently, the highway is still under construction and will be opened in 2016. This toll road was planned to use rigid pavement as the road pavement. The data used for planning of the rigid pavement thickness were obtained from the project site and also some relevant government agencies. The data (soil characteristic and material quality) used for rigid pavement design were obtained from the project site (PT Waskita Karya), whereas the LHR (Annual Average Daily Traffic) obtained from P2JN unit work (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional). The methods used for the analysis of rigid pavement thickness were Bina Marga and AASHTO 1993. Based on calculations, it is obtained two values of rigid pavement thickness from each method. The slab thickness obtained using Bina Marga method is 29 cm, whereas the slab thickness obtained using AASHTO 1993 is 14 inch (35.56 cm).

Kata Kunci : Rigid Pavement, Bina Marga, AASHTO

  1. S1-2015-312949-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312949-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312949-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-312949-title.pdf