Representasi Partisipasi Politik Warga Negara dalam Pemilu melalui Video Youtube (Analisis Semiotik Video-video dari Channel Youtube \"CameoProject\" dan \"PROJECT SLINGSHOT\" dengan Tema Pemilu 2014)
MUHAMMAD A.K., Drs. Budhy K. Zaman, M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIPartisipasi Politik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) bagi kalangan yang awam politik mungkin hanya dianggap sebagai kegiatan menggunakan hak pilih (seperti mencoblos). Bahkan mungkin pernah kita jumpai bahwa adapula beberapa pihak yang menganggap menggunakan hak pilih dalam Pemilu tidak terlalu penting, sehingga mereka menyia-nyiakannya dengan berbagai macam alasan. Tapi di Pemilu tahun 2014 ini terlihat bahwa euforia para pemilih termasuk pemilih pemula/muda cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh data hasil survei dari lembaga survei hingga data dari KPU sendiri. Di media sosial, euforia masyarakat di Pemilu 2014 ini juga terlihat dengan ramainya mereka untuk saling menunjukkan dengan tegas di mana pilihan mereka "berlabuh" ketika Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 kemarin. Hal itu ditunjukkan para pengguna media sosial seperti dengan memajang angka no. "2" atau menaruh logo garuda merah di profil picture mereka di media sosial. Euforia di Youtube sebagai media sosial yang berbasis video juga cukup signifikan. Euforia Pilpres 2014 terlihat dengan munculnya kreasi-kreasi video oleh para pegiat Youtube, atau yang biasa disebut youtuber. Melihat fenomena ini, maka menarik untuk diteliti video-video di Youtube yang bertemakan Pemilu 2014. Peneliti lalu mencoba meneliti beberapa video dari dua akun Youtube yaitu "CameoProject" dan "PROJECT SLINGSHOT" dengan mengacu pada pencarian makna yang berhubungan dengan representasi partisipasi politik warga negara dalam Pemilu. Dari penelitian yang dilakukan dengan metode semiotik Roland Barthes setidaknya ditemukan beberapa bentuk makna representasi. Seperti muatan pesan positif contohnya "memberikan suara dalam Pemilu merupakan tanggung jawab besar bagi warga negara demi masa depan bangsa". Selain itu ada juga temuan makna yang mengandung keresahan masyarakat terhadap sistem Pemilu Legislatif 2014 yang cukup menyulitkan dan menjadi hambatan tersendiri bagi partisipasi warga negara dalam Pemilu. Hingga terdapat temuan makna yang mengandung doktrin yang sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Doktrin jika seseorang golput (tidak menggunakan hak pilihnya) maka dia tidak berhak untuk protes/mengkritik terhadap kebijakan pemerintah, serta kesan bahwa partisipasi politik dengan menggunakan hak suara dalam Pemilu seakan-akan memiliki kedudukan yang lebih tinggi di banding bentuk partisipasi politik lainnya (seperti protes/mengkritik kebijakan pemerintah melalui demonstrasi misalnya).
Politic participation on general election (Pemilu) for common people maybe only reputed as a using electing right activity (such as mencoblos). Moreover, maybe we have found that there are some people consider using electing right on Pemilu not really important, so, they neglect that with various kind of reasons. But, has been seen in this Pemilu 2014 that voters euforia, included beginner/young voter quite high than before. This fact has been showed by survey data from survey institution also data from KPU (committee for general election in Indonesia). In social media, peoples euforia in this Pemilu 2014 also can be seen by crowdness of people showing explicitly their choice in General Election of President and Vice President 2014. That case showed by social media users behaviors like displaying number "2" or put red garuda symbol on their profil picture in social media. Euforia on Youtube as video based social media also quite significant. President & Vice President General Election euforia in 2014 has been seen by appearances of video creations made by Youtube users, or usually called youtuber. By look at this phenomenon, so, its interesting for videos on Youtube with Pemilu 2014 theme to be researched. Then, researcher tried to researching some videos from two Youtube accounts, they are "CameoProject" and "PROJECT SLINGSHOT" with refers to discovering meaning that related to representation of civil society politic participation in Pemilu. From research that has been done with Roland Barthes semiotic method, at least has been found some types of meaning of representation. Such as, positive messages content, like "giving vote in Pemilu is a big responsibility for civil societies for nation's future". Beside that also can be found meaning contains peoples anxiety toward Legislative General Election 2014 system that quite complicates peoples and becomes obstacle for civil societies participation in Pemilu. Not only that, from this research also has been found meanings that contain doctrine that actually not absolutely true. Doctrine about if someone choose to golput (not using their electing right), then they have no right to protest/criticize government policy, also belief that politic participation by using electing right in Pemilu has higher position than other types of politic participation (such as protest/criticize government policy through demonstration for example).
Kata Kunci : Youtube, media sosial, partisipasi politik, Pemilu