Laporkan Masalah

Relasi Sosial Masyarakat Adat Dayak Malang dan Perusahaan Tambang Melalui Program CSR (Studi Tentang Relasi Masyarakat Adat Dayak di Tengah Perusahaan Tambang Batubara PT. Duta Nurcahya Melalui Program CSR, di Desa Juju Baru, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah)

MEGA SILVANA, Drs. Suparjan, M.Si

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Penelitian ini bertujuan mengungkap relasi sosial yang telah terjalin sejak tahun 2007 berdasarkan ijin usaha pertambangan yang mengaitkan dua aktor yang sangat kontras dari aspek kebudayaa dan upaya pelestarian lingkungan, yaitu masyarakat adat Dayak Malang dan perusahaan tambang batubara PT. Duta Nurcahya. Kajian utama yang dibahas dalam penelitian ini terdiri dari aspek relasi sosial yang terbentuk melalui implementasi program CSR yang diberikan oleh perusahaan, beserta dengan ketaatan kedua aktor tersebut terhadap hukum adat. Pada realitasnya banyak kasus yang bermunculan berupa konflik antara masyarakat dan perusahaan, maka penelitian ini ingin menelisik relasi sosial diantara kedua aktor tersebut. Menurut Peter Blau dalam pemikirannya, pertukaraan sosial dapat terjalin melalui suatu relasi sosial atas perhitungan pengorbanan dan imbalan dari salah satu aktor, yang dilakukan secara terus-menerus dan jika pertukaran tersebut sudah tidak mampu menguntungkan maka dipastikan pertukaran tersebut berhenti dan tentunya mempengaruhi relasi sosial. Hal ini sangat sesuai dengan pola hubungan antara masyarakat dan perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada masyarakat adat Dayak Malang sebagai masyarakat asli (pribumi) dan dikaitkan dengan perusahaan tambang batubara PT. Duta Nurcahya sebagai warga pendatang sejak sembilan tahun lalu. Lokasi penelitian berada di wilayah Desa Juju Baru, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, sebagai wilayah operasional perusahaan. Desa Juju Baru menjadi salah satu desa binaan yang berada pada ring 1. Tujuan substansial dari penelitian ini adalah mengetahui relasi yang terjalin antara masyarakat adat Dayak dengan Perusahan melalui program CSR yang telah perusahaan berikan. Tentunya diharapkan akan terciptanya relasi yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat Dayak Malang, di sekitar perusahaan dan mendapatkan dampak positif yang signifikan dari pemberian program CSR. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Analisis data diperolah dari beberapa informan yang dipilih secara purposive. Serta menggunakan uji kredibilitas berupa ketekunan pengamatan, triangulasi dan refrensi yang mendukung sebagai teknik keabsahan data. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk relasi sosial yang terjalin diantara masyarakat adat Dayak Malang dan perusahaan tambang batubara (PT. Duta Nucahya), melalui program CSR merupakan bentuk pertukaraan sosial yang bertujuan untuk saling mendapatkan keuntungan atas pengorbanan yang telah masing-masing pihak berikan untuk melanggengkan hubungan yang telah terjalin. Program CSR yang berupaya menciptakan kemandirian masyarakat pasca tambang ternyata belum terwujud karena bentuk program masih berupa charity. Pada sisi lain relasi sosial juga mempunyai tantangan yang muncul dari implementasi hukum adat. Tentunya menjadi tugas seluruh stakeholder untuk terlibat dalam membentuk relasi sosial yang harmonis.

This study aims to reveal the social relations that has existed since 2007 is based on the mining permit linking the two actors were very contrasting aspects of cultural and environmental preservation efforts, namely Dayak Malang People and coal mining company PT. Duta Nurcahya. The main study which is discussed in this study is the aspects of social relations formed through the implementation of CSR programs which is provided by the company, along with the obedience of these actors to customary law. In reality many cases are popping up in the form of conflicts between community and company, so this research wants to see the social relations between the two actors. According to Peter Blau in his thoughts, social exchange can be established through a social relations on the calculation of the sacrifices and rewards from one of the actors, which is done continuously and if the exchange is not able to give benefit then certainly the exchange will be stoped and of course it affects social relations. This is in accordance with the pattern of the relationship between the community and the company. This study is focused on Dayak Malang People as native and is associated with coal mining company PT. Duta Nurcahya as migrants since nine years ago. The research location is in Juju Baru Village, District Lahei, North Barito regency, as the company's operating territory. Juju Baru Village becomes one of the villages that are built on the 1st ring. The purpose of this study is to know the relationship that exists between Dayak People with the Company through the company's CSR program that has been given. That would be expected there will be relations that can provide to improve the welfare of Dayak Malang People, around the company and give positive impact significantly from granting CSR program. This study is a qualitative research. Analysis of data is obtained from several informants who are selected purposively. As well as using credibility test in the form of perseverance observation, triangulation and references that support the validity data. The finding from this study shows that the form of social relations that exists between Dayak Malang People and coal mining company (PT. Duta Nucahya), through its CSR program is a form of exchange social relation which aims to get mutual benefits for the sacrifices that have each other given to make the relationship long last. CSR program that seeeks to create a independence society after mining is not realized yet because the program is still in charity form. On the other hand, social relations also has challenge that comes from the implementation of customary law. Surely become the duty of all stakeholders to be involved in forming a harmonious social relations.

Kata Kunci : Relasi sosial, masyarakat adat Dayak Malang Malang, Perusahaan, hukum adat, program CSR

  1. S1-2015-311905-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311905-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311905-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311905-title.pdf