Analisis Preferensi Calon Penumpang Pada Kasus Reaktifasi Kereta Api Magelang-Yogyakarta-Bantul
MUHAMMAD FERDI NOOR, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILTransportasi umum berbasis masal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi kepadatan jalan yang disebabkan oleh tingginya tingkat mobilitas. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda, dijelaskan bahwa pengembangan perkeretaapian regional di D.I. Yogyakarta salah satunya adalah dengan adanya rencana reaktifasi jalur keteta api Magelang-Yogyakarta-Bantul. Melihat hal tersebut sekiranya perlu dilakukan kajian untuk mengetahui seberapa besar kesediaan calon pengguna terhadap rencana reaktifasi jalur kereta api di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor pelayanan yang berpengaruh terhadap kesediaan calon pengguna memanfaatkan kereta api. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan teknik stated preference dan permodelan dilakukan dengan metode ordered probit sehingga dapat diketahui besaran probabilitas kesediaan calon pengguna untuk memanfaatkan kereta api. Skenario dari faktor pelayanan yang ditawarkan terdiri dari 9 skenario dengan kombinasi tarif, waktu tempuh, jadwal kedatangan, kenyamanan, waktu tunggu angkutan umum saat trip interchange, dan jarak halte angkutan umum menuju tujuan akhir perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan besaran probabilitas tertinggi (skenario optimal) calon pengguna dari responden pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan umum di wilayah Bantul berturut-turut adalah sebesar 44,04% dan 71,23%. Sedangkan untuk pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan umum di wilayah Magelang berturut-turut adalah sebesar 12,30% dan 23,58%.
Mass-based public transport is one of the alternatives that can be used to reduce road congestion, caused by high level of mobility. In accordance with Regulation of the Minister of Transportation No. KM 15/ 2010 on Intermodal/Multimodal Transportation Blueprint, the development of regional railways in D.I. Yogyakarta includes the plan on reactivating Magelang-Yogyakarta-Bantul railroad. Therefore, the study of how big the willingness of potential users to the railway line reactivation plan in Yogyakarta and surrounding areas deemed necessary. This research is conducted by considering several factors that affect the willingness of potential users to utilize the train. The data then processed with stated preference technique and the modeling is conducted using ordered probit method, so the magnitude of prospective users� willingness probability to use the train can be known. Scenarios of service factors offered consists of 9 scenarios with combinations of fares, travel time, arrival schedule, convenience, waiting time of the public transport trip interchange, and public transportation�s stops distance from final destinations. The research shows the highest probability (optimal scenario) of potential users which the respondents are private vehicles and public transport users in Bantul region, in a row are 44.04% and 71.23%. As for the private vehicles and public Transport users in Magelang region respectively amounted to 12.30% and 23.58%.
Kata Kunci : Kata kunci : Kereta Api, reaktifasi, stated preference, ordered probit