ANALISIS PENGARUH KARAKTER WIRAUSAHAWAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA OLAHAN IKAN SKALA KECIL DAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SLEMAN DIY
TISYA ALIFA PUTRI, Ibnu Wahid F. A., STP., MT; Darmawan Ari Nugroho, STP., MP
2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANUsaha kecil merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu yang memiliki potensi adalah sektor perikanan. Pengembangan sistem ekonomi yang bertumpu pada usaha kecil akan mendorong tumbuhnya perekonomian berbasis wirausaha. Kebutuhan pengembangan wirausaha di Indonesia menjadi hal yang sulit karena rendahnya jumlah wirausaha yang berkualitas. Salah satu masalah yang muncul di Kabupaten Sleman adalah ketimpangan perkembangan masing-masing usaha olahan ikan. Ketimpangan ini sering disangkutpautkan pada karakter orang yang menjalankan usaha tersebut. Para ahli perilaku, investor dan para wirausaha setuju bahwa perkembangan usaha sangat ditentukan oleh talenta dan perilaku wirausaha. Karena masalah tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui bentuk hubungan dan pengaruh antara karakter wirausaha dengan perkembangan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakter wirausahawan secara simultan maupun parsial terhadap perkembangan usaha; mengetahui pengaruh karakter yang paling dominan terhadap perkembangan usaha; dan mengetahui distribusi tingkat perkembangan usaha dan perbedaan karakternya. Metode yang digunakan merupakan metode statistik deskriptif dengan analisa utama menggunakan Regresi Berganda untuk mengetahui pengaruh karakter dengan perkembangan usaha. Uji bantu lain yang digunakan adalah uji Least Significance Different (LSD) untuk mengetahui perbedaan karakter pada tiap kelompok perkembangan usaha. Sampel terdiri dari 16 pemilik usaha kecil olahan ikan di Sleman. Distribusi perkembangan usaha menunjukkan bahwa usaha kecil olahan ikan Kabupaten Sleman tergolong dalam kategori Kurang Berkembang dengan persentase 12,50 persen, kategori Cukup Berkembang 37,50 persen, kategori Berkembang 43,75 persen dan kategori Sangat Berkembang sebesar 6,25 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter wirausahawan memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan usaha serta berpengaruh signifikan secara simultan dan parsial. Model persamaan regresi yang didapat adalah Perkembangan usaha = -32,815 + 0,279 Motivasi Berprestasi + 0,417 Orientasi Masa Depan + 0,295 Kepemimpinan + 0,382 Tanggap Perubahan + 0,559 Membina Hubungan. Diantara 5 karakter, pengaruh karakter yang paling dominan terhadap perkembangan usaha adalah Membina Hubungan. LSD menunjukkan pemilik usaha dengan nilai karakter tinggi cenderung memiliki perkembangan usaha yang semakin baik pula.
Small business is one of sectors that contribute significantly to the national economy and potentially to be developed. Sector that has potency to be developed is fisheries sector. The development of an economic system that relies on small businesses will encourage the growth of entrepreneurship-based economy. The development of business based on entrepreneurship in Indonesia could be slow and difficult due to the low number of qualified entrepreneurs. One of the problems that arise in Sleman is the imbalance development of each processed fish business. This inequality is often implicated by the character of the person who is running the business. Behavioral experts, investors and entrepreneurs agree that business development is largely determined by the talent and entrepreneurial behavior. Because of that problem, this research did to determine relationship and the impact between the characters of entrepreneurs and business development. The purpose of this research are to empirically test the influence of entrepreneurs character on business development simultaneously and partially; to determine dominant character that influenced the development of the business; and to classify the level of business development into categories and the differences among each category. Descriptive statistical methods was used to explain the character and the develpoment of the business. Main data analysis using multiple regression analysis to identify character that affect the development of business. Another test is Least Significance Different (LSD) which is to differentiate characters on each group business development. These samples consist of 16 processed fish business owner. Distribution of business development shows that small processed fish businesses in Sleman belong to the Least Developed category with percentage of 12.50 percent, 37.50 percent included to category Quite Developed, Good Developed category is 43.75 percent of business and 6.25 percent is belong to the Excellent Developed category. Another results indicate that the character of the entrepreneurs had significant and positive effect on business development. Formed regression model is, Business Development = -32,815 + 0,279 Achievement Motivation + 0,417 Future Orientation + 0,295 Leadership + 0,382 Responsiveness + 0,559 Relationships. Among 5 characters, the most dominant character that has biggest impact towards business development is the ability to build sustainable relationships or called Relationships Variable. LSD shows business owners with high character values tend to have better business development as well.
Kata Kunci : Perkembangan Usaha, Karakter Wirausahawan, Regresi Linear Berganda, Least Significance Difference