Pelaksanaan Klaim Kendaraan Roda Empat Pada PT.Asuransi Wahana Tata Cabang Yogyakarta
PITRA ARYANI, Hartono Hadisuprapto, S.H
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMMeningkatnya animo masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi berupa mobil lebih dari satu, yang digunakan untuk kepentingan pribadi maupun komersil menyebabkan seseorang terancam akan berbagai risiko terhadap diri dan harta bendanya, untuk itu seseorang akan berusaha menghindari terjadinya risiko. Setiap perusahaan asuransi memiliki cara penanganan klaim yang berbeda-beda. Penting sebagai calon nasabah memilih perusahaan asuransi yang dapat memberikan pelayanan yang memberikan kemudahan, sehingga saat terjadi klaim dapat terhindar dari hambatan-hambatan pelaksanaan klaim. Penelitian ini menggunakan metode normative empiris, yang mengkombinasikan penelitian dengan metode studi kepustakaan. Ini digunakan untuk mengkaji permasalahan berdasarkan norma hukum yang diimplementasikan dengan melihat kenyataan hukum yang ada dimasyarakat melalui penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif-deskriptif, data-data yang dikumpulkan diolah secara deskriptif dengan menggambarkan secara de facto yang ada dilapangan. Dari hasil Penelitian diperoleh kesimpulan bahwa hambatan dalam pelaksanaan klaim dapat ditangani dengan penerapan prinsip-prinsip dalam asuransi. Dengan menekankan pada prinsip utmost good faith dan prinsip kontribusi untuk beberapa masalah pelaksanaan klaim. PT.Aswata mampu mengatasi problem tersebut tanpa harus melibatkan pihak pihak ketiga atau pihak yang disebutkan dalam polis jika tidak ada kesepakatan damai. Kepercayaan nasabah atas kinerja PT.Aswata dalam menanggulangi hambatan menjadi salah satu nilai plus perusahaan ini mendapatkan profit dan penghargaan nasional.
The increasing number of people's enthusiastic for having private car more than one used for either private or commercial can cause many unpredictable hazards. They are definitely able to cause danger either in people's lives or in properties. Therefore, in order to manage them, it is known a delegation risk system by transfering them into both a financial institution and a protection agency called Insurance Company. Each Insurance Company has its own way to handle various claims. It is important for the clients to choose Insurance Company providing a service with easy access. Therefore, if there is claim, the clients can avoid any claim's obstacles. This undergraduate paper is using normative - empiric as the method by combining field research and library research. It is used to review the issues based on the legal norms implemented by observing the legal facts on the society. The research uses analysis of descriptive aqualitative data. They can be collected and considered as descriptive by ilustrating some facts on the field. The result of this research can be concluded that many claim's obstacles are able to be handled by implementing some insurance principles. By emphasizing the utmost good faith principle and contribution principle to overcome some claim's obstacles, PT Aswata is able to overcome the issues without any compulsory to involve third party or other party stated on the insurance policy. If there is not any agreement. The confidence of clients on PT Aswata performance in conquering obstacles becomes the main value of the company to get higher profit and national award.
Kata Kunci : transfer risiko, perusahaan asuransi, hambatan, pelaksanaan klaim dan kepercayaan.