Laporkan Masalah

Evaluasi Kapasitas Apron Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

AULIA RAHMAN, Dr.Ir.Dewanti M.S.

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (IATA: PKU, ICAO: WIBB) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Pekanbaru yang sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga. Berdasarkan laporan dari Angkasa Pura II, pada tahun 2012 Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II melayani pergerakan pesawat sebanyak 25.244 pergerakan dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi sisi udara bandara khususnya kondisi eksisting apron dan rencana pengembangannya di tahun mendatang. Evaluasi kapasitas apron menggunakan perpaduan metode ICAO (1987), Dirjen Perhubungan (2005), dan Pignataro (1973). Selanjutnya, peramalan kebutuhan parking stand pada tahun 2020 dan 2025 dianalisis berdasarkan metode peramalan time series yang dikembangkan oleh Horonjeff (2010) untuk mengetahui upaya optimalisasi yang dapat dilakukan di masa depan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa kapasitas apron eksisting sebesar 12 pergerakan pesawat masih mampu melayani pergerakan pesawat pada jam puncak hingga tahun 2016 sebesar 11 pergerakan. Kebutuhan parking stand untuk tahun 2020 sebanyak 14 parking stands dan tahun 2025 sebanyak 19 parking stands. Perluasan apron menjadi 880,5 m x 141 m dengan kapasitas apron 24 pergerakan/jam yang dilaksanakan sebelum tahun 2023 diharapkan mampu melayani pergerakan pesawat pada jam puncak tahun 2025 sebesar 20 pergerakan/jam.

Sultan Syarif Kasim II International Airport (IATA: PKU, ICAO: WIBB) is an airport located in the city of Pekanbaru, formerly known as Simpang Tiga Airport. According to Angkasa Pura II report, in year 2012 Sultan Syarif Kasim II International Airport serves 25.244 aircraft movements and the movements tend to increase annually. Therefore, evaluation of the air side of the airport apron is demanded particularly on existing condition and development plans in the future years. Apron capacity evaluation uses the ICAO method (1987), Directorate General of Civil Aviation method (2005) and Pignataro method (1973). Furthermore, forecasting the needs of parking stand in year 2020 and year 2025 were analyzed based on time series forecasting method that developed by Horonjeff (2010) to determine the optimalization effort that can be done in the future. Based on the analysis, it is known that the existing apron capacity of 12 aircraft movements still able to serve the movement of aircraft at peak hours up to 2016 amounted to 11 movements. Parking stand needs for year 2020 and 2025 will be 14 and 19 parking stands. Expansion of the apron into 880,5 m x 141 m with apron capacity amounted to 24 aircraft movements/hour which was carried out before the year 2023 is expected to serve the movement of aircraft at peak hours in year 2025 amounted to 20 aircraft movements/hour.

Kata Kunci : bandar udara,evaluasi,kapasitas apron,parking stand

  1. S1-2015-312815-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312815-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312815-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-312815-title.pdf