PENGARUH ADOPSI IFRS TERHADAP MANAJEMEN LABA: BUKTI EMPIRIS PADA SPECIAL ITEMS DAN OTHER COMPREHENSIVE INCOME DI NEGARA YANG BERKEPASTIAN DAN TIDAK BERKEPASTIAN
R GATI REDITYA S, Dr. Sumiyana M.Si.,
2015 | Tesis | S2 Sains AkuntansiIsu perubahan standar akuntansi Indonesia dari semula rule based (local GAAP) menjadi principle based (IFRS) masih saja menjadi perdebatan antar kalangan akademisi saat ini. Standar yang kompatibel diharapkan menjadi solusi penggunaan laporan keuangan di seluruh dunia. Kualitas laporan keuangan yang berkualitas dapat ditunjukkan dengan tingkat asimetri informasi yang rendah antara investor, manajemen dan pengguna lain. Manajemen laba yang baik mempengaruhi kualitas informasi laporan keuangan. Manajemen laba menggunakan classification shifting menarik karena banyak peneliti yang mengungkap bahwa jika analis dan investor lebih memperhatikan core earnings, mereka berpeluang akan melakukan kesalahan pengestimasian laba rugi bersih pada laporan keuangan. Extraodrinary items merupakan pos yang bersifat transitori atau pos yang tidak biasa dan pengalokasiannya memerlukan subjektivitas manajemen, sehingga memungkinkan manajemen untuk melakukan classification shifting. Lebih jauh, extraordinary items memiliki nilai prediktif, nilai relevansi dan persistensi. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris apakah besaran manajemen laba pada saat pengadopsian standar IFRS lebih baik dibandingkan dengan menggunakan local GAAP pada akun transitori. Classification shifting yang lebih sering dilakukan pada salah satu standar tersebut menunjukkan peran oportunistik manajer yang sangat besar dalam melakukan manajemen laba untuk kepentingan diri sendiri. Sedangkan kualitas akuntansi itu sendiri kurang mendapatkan perhatian. Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan yang terdaftar pada bursa efek pada setiap negara. Negara-negara tersebut dibedakan menjadi negara dengan tingkat berkepastian tinggi yaitu Singapura, Amerika Serikat & Indonesia. Sedangkan negara dengan tingkat berkepastian rendah yaitu di Jerman, Spanyol & Yunani. Sampel statistik yang diuji sebanyak 21.519. Uji statistik yang digunakan adalah regresi dengan alat tambahan pair-t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara dengan tingkat kepastian rendah tidak melakukan classification shifting, sedangkan negara dengan tingkat kepastian tinggi cenderung melakukan classification shifting.
The changing of the Indonesian accounting standards from rule based (local GAAP) to principle based (IFRS) is currently still become the controversy among academics. The compatible standards are expected to be the solution of the use of financial statement around the world. The good quality of financial statement represents the low level of information asymmetry among the investor, management, and other users. The proper earnings management affects the overall quality of financial statement. Earnings management which use classification shifting is interesting regarding to the fact of many researchers reveals that if analyst and investor are giving more attention to core earnings, so that they can mislead on the ability to estimate the income. Extraordinary items are transitory in nature or unusual itemswhich require management subjectivity on the allocation process. Furthermore, extraordinary items have predictive value, relevant value and persistency. This research would give empirical evidence of whether earnings management more often happen in IFRS adoption is good rather than in local GAAP, in transitory items. Classification shifting where more often using at these standard indicate the large oportunistic manager behaviour to do earnings management for self-interest. Meanwhile, accounting quality itself have lack of solicitude. This study use the sample from all-firm where listing on stock exchange in each countries. Countries are devided into low certain level countries i.e. Singapore, United States & Indonesia. While high certain level countries defined into Germany, Spain & Grece. Statistical sample which be examined are 21.519. This research use regression with additional pair-t-test examination to test the hypotheses proposed. Results showed no evidence that countries with low certainty index level do classification shifting, while the countries with high certainty index level tend to do classification shifting.
Kata Kunci : Earnings management, uncertainty avoidence index, classification shifting, special items, other comprehensive income