Strategi Pengembangan Wisata Alam di Taman Nasional Gunung Merapi
PUTU DHIAN BUDHAMI, Ely Susanto, MBA.Ph.D
2015 | Tesis | S2 Administrasi PublikTaman nasional sebagai kawasan konservasi, selain untuk melestarikan sistem penyangga kehidupan, juga mengemban mandat untuk mengelola pengembangan pariwisata. Sebagai destinasi wisata alam, agar dapat berkelanjutan dan menyokong pelestarian ataupun pengawetan sumberdaya alam, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan daerah sekitarnya, pengelolaan wisata di taman nasional tersebut memerlukan perencanaan. Salah satunya di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), kajian dari aspek perencanaan strategis masih belum banyak dilakukan, terutama dalam pemetaan lingkungan internal dan eksternal terkait pengelolaan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan terkait pengembangan wisata alam, yang diarahkan untuk pelestarian TNGM dan merumuskan alternatif strategi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam-nya. Menggunakan analisis SWOT, faktor internal dan eksternal organisasi Balai TNGM diidentifikasi untuk mendapatkan isu strategis dan merumuskan strategi pengembangan wisata alam di TNGM. Hasil penelitian memetakan 4 (empat) kekuatan dan 5 (lima) kelemahan, 7 (tujuh) peluang dan 5 (lima) ancaman terkait pengelolaan wisata di TNGM. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian, yaitu terdapat dua permasalahan: 1) adanya transisi Balai TNGM menjadi Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK); dan 2) terdapatnya kelemahan utama yaitu sistem dan tata kelola sumberdaya (manusia, keuangan, informasi, alam) belum merepresentasikan implementasi Rencana Pengelolaan (RP TNGM) yang menempatkan ekowisata sebagai program strategis. Kajian menawarkan dua alternatif strategis, yaitu: 1) Pembenahan sistem pengelolaan wisata yang terintegrasi dengan pengelolaan fungsi Taman Nasional dan pembangunan KPHK; 2) Mewujudkan pengelolaan KPHK melalui kelola bersama ekowisata berbasis masyarakat.
A national park as conservation area, in addition to preserve the system of life buffer, also mandated to manage the development of tourism. As a nature tourism destination, to be sustainable and support preservation of natural resources, and give a direct benefit for the community and the surrounding area, tourism management in a national park would need planning. One of them it is in a Mount Merapi National Park (MMNP), study of the aspect of strategic planning is not widely done, especially in environmental mapping the internal and external related to tourism management. This research aims to identify issues concerning the development of natural tourism, which directed for the preservation of MMNP and formulate an alternative strategy that could support the development of its natural tourism. Using SWOT analysis, internal and external factors of the organization MMNP (Balai TNGM) identified to get strategic issues and formulate natural tourism development strategy in MMNP. The results of the study map 4 ( four) strength and 5 ( five ) weakness, 7 ( seven ) opportunities and 5 ( five ) threat related tourism management in MNP. Conslusions obtained from research, there are two problems: 1 ) the presence of MMNP transition into Conservation Forest Management Unit (KPHK); and 2 ) across the prominent weakness i.e. the system and governance (human resources, financial, information, nature) not yet represent the implementation of management plan ( MMNP-MP) that puts ecotourism as a strategic program. The study offers two alternative strategies, namely: 1) improvement tourism management systems integrated with the management of the national park function and development of KPHK, 2) embodying KPHK management through joint management of community-based ecotourism.
Kata Kunci : perencanaan strategis, wisata alam, Taman Nasional Gunung Merapi