MODEL PEMBELAJARAN BAGI KELOMPOK DISABILITAS DI MUSEUM SONOBUDOYO
ASHAR MURDIHASTOMO, Dr. Widya Nayati, M.A
2015 | Tesis | S2 Ilmu ArkeologiYogyakarta telah dikenal sebagai daerah yang memiliki komitmen dalam kesetaraan pendidikan bagi kelompok disabilitas. Namun, kesetaraan tersebut masih terbatas pada lingkup formal. Sementara, kesetaraan pendidikan di lingkup non-formal belum terlihat. Padahal, Yogyakarta memiliki peluang untuk mengembangkan kesetaraan pendidikan di lingkup non-formal melalui museum. Penelitian ini memilih Museum Sonobudoyo sebagai lokasi penelitian dikarenakan statusnya sebagai museum daerah. Kajian yang dilakukan meliputi pemenuhan fasilitas dan tawaran model pembelajaran di museum yang tepat untuk kelompok disabilitas. Sementara itu, objek penelitian ini fokus pada tiga kelompok disabilitas, yaitu kelompok disabilitas audio, mobilitas, dan visual. Tahapan penelitian terdiri atas pengumpulan data (pengamatan di lapangan, wawancara, dan kajian pustaka), pengolahan data, dan merumuskan fasilitas dan model pendidikan yang tepat bagi kelompok disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang dibutuhkan untuk mengakomodasi pembelajaran kelompok disabilitas adalah label teks, label braille, foto, gambar, perangkat audio, perangkat audio-visual, benda taktil, pemandu, dan interpreter. Model pembelajaran yang tepat bagi kelompok disabilitas adalah pembelajaran kolaboratif. Model ini berupa kerja kelompok antara kelompok disabilitas yang didampingi seorang fasilitator. Model ini dipilih karena proses belajar kelompok disabilitas akan maksimal dengan adanya interaksi sosial.
Yogyakarta has been known as an area that has a commitment on educational equality for disabilities. However, equality is still limited to the formal institutions. While, the educational equality in the non-formal institutions yet to be seen. In fact. Yogyakarta has the opportunity to develop educational equality in the non-formal institutions through the museum. This study choose Sonobudoyo as research location based on its status as a regional museum. This research tries to offer the facilities and learning model in the museum for disabilities. Meanwhile, the object o this study focused on three groups of disabilities, such as auditory impariment, mobility impairment, and visual impairment This research was started from collecting data with observation, interviews, and literatures study; data processing; and formulating the facility and educational models for disabilities. The results showed that the facilities to accomodate disabilities learning such as, the text lables, braille labels, photographs, images, audio device, audio-visual, tactile obejcts, guide, and interpreter. The learning model for disabilities is a collaborative learning. It is a group work between disabilities and accompanied by a facilitator. This model was chosen because learning for those groups will be increase with social interaction
Kata Kunci : Sonobudoyo, Disabilitas, Model Pembelajaran