Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Perusahaan (Studi tentang PT. Pertamina EP Asset 2 Field Adera di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan)
LULY TRININGSIH, Dr. Suharko
2015 | Tesis | S2 SosiologiProgram CSR (Corporate Social Responsibility) menjadi sebuah jalan tengah bagi perusahaan, masyarakat, sekaligus pemerintah dalam mengatasi kesenjangan masalah yang muncul di antara ketiganya, terutama perusahaan dan masyarakat. Meskipun relatif baru, sebenarnya program kemitraan sejenis CSR sudah berjalan melalui CSA (Corporate Social Activity) atau aktivitas sosial perusahaan. Jadi seharusnya perusahaan tidak canggung ataupun gagap dalam mengembangkan program terutama yang bersifat pemberdayaan di masyarakat. Namun ternyata, meskipun telah cukup lama mengenal program kemitraan dengan masyarakat, masih saja timbul permasalahan yang muncul terutama antara perusahaan dan masyarakat. Permasalahan sama juga terjadi di PT Pertamina EP field Adera berupaadanya hubungan yang kurang harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran komperehensif mengenai program CSR PT Pertamina EP field Adera di masyarakat yang menggunakanpendekatancommunity development. Tidak hanya itu dalam penelitian ini mencoba mengembangkan rekomendasi serta mengevaluasi program yang dijalankanolehperusahaan. Dalam melakukan pencarian data, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk melihat dinamika yang terjadi dalam program pemberdayaan PT Pertamina EP field Adera antara perusahaan dan masyarakat. Oleh karena itu penelitian kali ini lebih memusatkan perhatian pada aktor-aktor baik dari perusahaan maupun di masyarakat yang terlibat dalam program sebagai informan penelitian. Penelitian yang mengambil lokasi penelitian di Desa Pengabuan, Pali, Sumatera Selatan, juga berusaha memberikan gambaran yang sistematis mengenai program PT Pertamina EP field Adera dan hubungan mereka dengan aktor-aktor masyarakat. Hasilpenelitian didapatkan beberapa permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan program PT Pertamina EP field Adera di Desa Pengabuan. Beberapa aktor di dalam masyarakat Desa Pengabuan merasa kurang dilibatkan dalam perencanaan program. Akibatnya program pemberdayaanyang dibuat oleh tim PT Pertamina EP field Adera kurang berjalan dengan baik. Belum lagi usaha pemberdayaan yang dilakukan oleh PT Pertamina EP field Adera terkesan hanya untuk meredam dampak negatif yang muncul di wilayah tersebut. Sementara di masyarakat sendiri memang banyak memiliki keinginan untuk membuat program namun sayangnya mereka masih kurang menyadari keterbatasan ketrampilan mereka dalam membuat program. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama dan hubungan yang sistematis serta dialogis antara masyarakat dan PT Pertamina EP field Adera dalam mewujudkan program pemberdayaan berkelanjutan di wilayah Desa Pengabuan.
The CSR (Corporate Social Responsibility) program became a middle ground for companies, communities, as well as the government in addressing the problems that arise in the gap between the three, especially the companies and communities. Although relatively new, it is actually a kind of partnership program has been running through the CSA CSR (Corporate Social Activity)or "social activity of the corporation". So the corporation should not stuttering developing programs that are primarily in community empowerment. However it turns out, although it has been long enough to know program partnership with the community, there are still problems that arise primarily arise between companies and communities. The same problem occurs in PT Pertamina EP field Adera be less harmonious relationship between the corporation and the community. This research try to provide a comprehensive overview of the CSR program of PT Pertamina EP Adera field using community development approach. Not only that,this research seeks to develop recommendations as well as evaluating the programs run by the corporation. In search of data, researchers used a qualitative method with descriptive approach to look at the dynamics that occur in the empowerment program of PT Pertamina EP Adera field between companies and communities. Therefore,the present study is focusing on the actors either from the corporation or in the community involved in the programs research informants. The research which took place in the Pengabuan village, Pali, South Sumatra, also seeks to provide a system at cover view of the program PT Pertamina EP Adera field and their relationship with society actors. The result showed some problems that arise in the implementation of the program of PT Pertamina EP Adera field in the village of incineration. Some actors within the Pengabuan village feel less involved in program planning. Consequently empowerment program created by a team of PT Pertamina EP Adera field less going well. Not to mention the empowerment effort undertaken by PT Pertamina EP Adera field impressed only to cushion the negative impacts arising in the region. While in the community itself is many have the desire to make the program, but unfortunately they are still not aware of the limitations of their skills in making the program. Hence the need for cooperation and systematic relationship and dialogue between communities and PT Pertamina EP Adera field in realizing a sustainable development program in the Pengabuan Village.
Kata Kunci : CSR, Community Development, Development