Laporkan Masalah

Dampak Pariwisata Terhadap Pola Pertunjukan Tari KLasik Gaya Yogyakarta

CERRY SURYA PRADANA, Prof. Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil. ;Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Kajian Pariwisata

Intisari Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang kental dengan budaya, salah satunya adalah seni pertunjukan. Daerah Istimewa ini memiliki ciri khas seni pertunjukan yang sudah ada sejak masa Pangeran Magkubumi (HB I), yaitu kesenian klasik gaya Yogyakarta, di antaranya tari, karawitan, lagu, dan busana. Tari klasik gaya Yogyakarta disebut juga Joged Mataraman karena sarat dengan filosofi Mataram Islam. Tarian ini mengandung komponen gerak, lagu (iringan gamelan), busana, dan dialog. Masuknya pariwisata ke Yogyakarta, mempengaruhi perkembangan pertunjukan tari klasik gaya Yogyakarta. Pariwisata di satu sisi membawa dampak positif, sedangkan di sisi lain memiliki dampak negatif yang tidak sedikit terutama pada pola pertunjukan tari klasik gaya Yogyakarta dengan segala komponennya. Pengaruh pariwisata juga terjadi pada perilaku masyarakat pendukungnya, yaitu penyelenggara dan seniman. Penelitian ini menggunakan metode analisis data komparasi pola pertunjukan tari klasik gaya Yogyakarta sebagai dampak kegiatan pariwisata. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi secara langsung, sekaligus penulis sebagai pelaku seni. Di samping itu, pustaka juga menjadi data dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan dampak positif dalam hal semakin besarnya kuantitas pertunjukan Tari Klasik Gaya Yogyakarta, yang disajikan hampir setiap malam. Akan tetapi, kegiatan ini memiliki dampak negatif pada pertunjukan Tari Klasik Gaya Yogyakarta terutama pada kualitas pertunjukannya (gerak, iringan dan musik, busana, dialog, dan perilaku masyarakat pendukung). Hasil dari penelitian ini juga menemukan korelasi antara pariwisata dengan pementasan tari klasik gaya Yogyakarta. Paket pementasan wisata hanya menggunakan gerakan-gerakan atau adegan-adegan pokok, sesuai dengan inti ceritera tarian tersebut. Adegan maupun gerakan lain di luar inti ceritera ditanggalkan. Pelaku seni juga berperan penting dalam menentukan pementasan yang akan disajikan.

Yogyakarta Special Region is one of tourist destination in Indonesia steeped in culture, one of which is a performance art. Yogyakarta Special Region has a special performing arts that has existed since the days of Prince Magkubumi (Hamengku Buwono I), namely Yogyakarta Classic Arts. One of this classical arts is Yogyakarta Classical Dance Style. Yogyakarta Classical Dance Style also called Joged Mataraman, which loaded with the philosophy of the Islamic Mataram Kingdom. This dance contains components of motion, song and music (with gamelan), clothing (costume), and dialogue. Tourism has influenced the development of Yogyakarta Classical Dance Style performances. Tourism on the one hand gives a positive impact, whereas on the other hand gives a negative impact, especially on the pattern of Yogyakarta Classical Dance Style performances with all its components. Impact of tourism also occurs on community behavior like tourism operator and artists. This study used a comparative data analysis patterns of Yogyakarta Classical Dance Style performances as the impact of tourism activities. Data were collected by in-depth interviews and direct observations. Another data is a self interpretation because the author also a dancer. In addition, this study also used secondary data from the previous publications. This study found that tourism activity in Yogyakarta Special Region give positive impact in Yogyakarta Classical Dance Style performance quantity, almost every night. But, it also gives many negative impact especially on Yogyakarta Classical Dance Style performance quality (motion, song and music, clothing, dialoque, and community behaviour). Result of this study also have found correlation between tourism and Yogyakarta Classical Dance Style Performance. Performing arts package for tourism purpose, only use the principal movements or scenes, according to the core story of the dance. The other scenes or other movements outside the core story sometimes is not performed. Performers also have an important role to determined how the performance will be performed.

Kata Kunci : Dampak Budaya, Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Joged Mataraman, Pementasan Paket Wisata, Perilaku Seniman, Perilaku Penyelenggara Pentas Paket Wisata

  1. S2-2015-353775-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353775-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353775-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353775-title.pdf