Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA GAYA EMOSI IBU, RELASI ANAK DENGAN TEMAN SEBAYA DAN STATUS SOSIAL-EKONOMI ORANGTUA DENGAN IRITABILITAS PADA ANAK USIA PERTENGAHAN

ANDRIYANI EMILIA LAY, Sofia Retnowati, Prof. Dr. M.S

2015 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dari faktor pelindung dan risiko yakni gaya emosi ibu, relasi anak dengan teman sebaya dan status sosial ekonomi orangtua terhadap timbulnya suasana hati yang iritasi pada anak usia pertengahan. Subyek penelitian terdiri dari 238 ibu dan anak, terdiri dari 119 anak laki-laki dan 119 anak perempuan berusia 6-11 tahun yang diperoleh dari Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta. Penelitian diawali dengan tahapan adaptasi alat ukur iritabilitas (ARI) dan gaya emosi ibu (MESQ). Properti psikometri ARI dan MESQ dianalisis dengan menggunakan Alpha Cronbach dan Principal Component Analysis dengan metode varimax. Reliabilitas ARI memuaskan (Ãlfa=0,820), analisis fungsi aitem dengan korelasi aitem-total bergerak dari rentang 0,333-0,686 (batas nilai sama atau di atas 0,30). Struktur 3 faktor ARI secara statistik sesuai dengan struktur pada skala asli. Properti psikometri MESQ menunjukkan reliabilitas dimensi emotion coaching kurang memuaskan (Alfa = 0,692) dan reliabilitas dimensi emotion dismissing cukup memuaskan (Alfa = 0,766). Reliabilitas komposit MESQ diperoleh nilai korelasi = 0,854. Analisis fungsi aitem dengan korelasi aitem-total bergerak dari rentang 0,291-0,504 (batas nilai sama atau di atas 0,25). Struktur 2 faktor secara statistik sesuai dengan struktur skala asli. Analisis regresi membuktikan ada hubungan secara langsung yang signifikan antara relasi anak dengan teman sebaya dengan iritabilitas. Tidak ada hubungan secara langsung yang signifikan antara gaya emosi ibu dan status sosial-ekonomi orangtua dengan iritabilitas pada anak usia pertengahan. Analisis data deskriptif demografi memberikan petunjuk bahwa frekuensi anak dengan status sosial-ekonomi (SSE) rendah lebih tinggi mengalami iritabilitas dibandingkan anak dengan SSE menengah dan tinggi. Tingkat pendidikan ibu berkaitan dengan gaya emosi. Ibu dengan tingkat pendidikan SLTA ke bawah lebih cenderung memiliki gaya emosi dismissing dan ibu dengan tingkat pendidikan tinggi dari jenjang akademik ke atas memiliki gaya emosi coaching. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa alat ukur ARI dapat digunakan sebagai skrining gangguan iritabilitas, alat ukur MESQ kurang sesuai dengan budaya di Indonesia dan perlu diadaptasi lagi untuk pengggunaan lebih luas. Subskala masalah teman sebaya SDQ kurang dianjurkan untuk digunakan sebagai alat skrining relasi anak dengan teman sebaya. Faktor pelindung dan risiko iritabilitas pada anak usia pertengahan masih perlu diteliti guna memperoleh bukti empiris yang dapat memberikan sumbangsih pada penatalaksanaan preventif dan intervensi masalah iritabilitas pada anak usia pertengahan.

This study aims to explore the role of protective and risk factors of maternal emotional style, peers relation and socio-economic status against the onset of irritable mood in middle childhood. The subjects of the study are 238 mothers and children that consisted of 119 boys and 119 girls aged 6-11 years who come from the elementary schools in the city of Yogyakarta. The study begins with the stage of adaptation of the measure of irritability instrument (AR-PI) and maternal emotional style (MESQ). AIR-P and MESQ psychometric properties are analyzed using Alpha Cronbach and Principal Component Analysis with varimax method. ARI-P reliability is good (Alpha=0.820), analysis of item function with correlation item-total moves from 0.333 to 0.686 (sensitivity value is equal or above 0,30). Structure of ARI 3 factors is statistically in accordance with the structure of the original scale. MESQ psychometric properties indicates the reliability of coaching emotion dimensions is less satisfactory (Alpha=0,692) and the reliability of dismissing emotion dimensions is quite satisfactory (Alpha=0.766). MESQ composite reliability has correlation value = 0.854. Items function analysis with correlation of item-total moves from 0.291 to 0.504 (sensitivity value is equal or above 0.25). Structure of 2 factors is statistically in accordance with the structure of the original scale. Regression analysis proves that there is significant direct relationship between peers relation with irritability. There is no significant direct relationship between maternal emotional style and socio-economic status of parents with irritability in middle childhood. Demographic descriptive data analysis indicates that the frequency of the children with low socio-economic status (SSE) is higher in experiencing irritability than the children with middle and high SSE. Mother's education level is associated with emotional style. Mothers with education level less than high school is more likely to have dismissing emotional style and mothers with a higher education level have coaching emotional style. Based on these results, it can be concluded that the ARI-P measure instrument can be used as a screening of irritability disorders. MESQ measure instrument is less appropriate to the Indonesia culture and need to be adapted for wider use. SDQ peer problems subscale is not recommended for use as a screening tool of peer relations. Protective and risk factors of irritability in middle childhood still need to be studied in order to obtain empirical evidence that can contribute to the management of preventive and intervention of irritability problems in middle childhood.

Kata Kunci : iritabilitas, gaya emosi ibu, relasi teman sebaya, status sosial-ekonomi, anak usia pertengahan

  1. S2-2015-352976-abstract.pdf  
  2. S2-2015-352976-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-352976-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-352976-title.pdf