Laporkan Masalah

RANCANGAN MUSEUM AUSTRONESIA DALAM PARADIGMA NEW-MUSEOLOGY

ROOSELINE LINDA O, Dr. Mahirta, M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Paradigma baru dalam permuseuman (new-museology) muncul seiring dengan perubahan kondisi dunia. Museum yang awalnya menitik beratkan pada benda kini museum dituntut untuk lebih menjalankan fungsinya di dalam masyarakat. Selain menjalankan fungsi utama dalam hal merawat, meneliti, mengkomunikasikan dan menampilkan cagar budaya, museum dituntut untuk menjalankan fungsinya dalam hal pembelajaran. Karya tulis ini membahas tentang perancangan museum dengan paradigma baru yang menekankan kepada fungsi museum dalam hal pembelajaran. Museum Austronesia dirancang sesuai dengan trend pembelajaran dalam museum abad ke-21 yaitu menggunakan pembelajaran konstruktivis kemudian dikolaborasikan dengan paradigma pendidikan di Indonesia. Museum Austronesia membebaskan pengunjung membangun pengetahuannya sendiri dan belajar melalui pengalaman. Perancangan museum diawali dengan menentukan kerangka teoritis pembelajaran yang akan digunakan oleh museum. Tahap selanjutnya yaitu mencari nilai-nilai penting yang terkandung dalam kebudayaan Austronesia yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam museum. Rancangan Museum Austronesia berfokus pada desain pameran dan program. Museum Austronesia akan memberikan pandangan baru mengenai museum sebagai media pembelajaran.

New paradigm in museology (new-museology) emerged along with the changing world. Museum which initially focused on objects, now required to be more active in performing its function in the society. In addition to maintain the main function in terms of caring, researching, communicating and displaying cultural heritage, museum is demanded to perform its function in the learning media. This thesis discusses the design museum with a new paradigm that emphasizes the function of the museum in terms of learning. Austronesian museum will be designed in accordance with the trend of learning in the 21st century museum that is using constructivist learning which allowing the visitors to build their own knowledge and learning through experiences. The planning will begin with determining the theoretical framework of learning that will be used by the museum and collaborate it with Indonesian learning paradigm. The next stage is to search the important values which are contained in the Austronesian culture that will be used as teaching material in the museum. Austronesia Museum's planning focus on the exhibition and programme design. Austronesian Museum will provide new insights into the museum as a learning medium.

Kata Kunci : museum, perancangan, pembelajaran, konstruktivis, Austronesia, kebudayaan

  1. S2-2015-357326-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357326-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357326-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357326-title.pdf