Laporkan Masalah

PERJUANGAN MENCARI IDENTITAS: PERKEMBANGAN DAMARWULAN, GANDRUNG DAN MUSIK LOKAL BANYUWANGI 1930an-2008

HERVINA NURULLITA, Dr. Sri Margana, M.Phil

2015 | Tesis | S2 Ilmu Sejarah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah pertanyaan, mengapa masyarakat Banyuwangi memerlukan identitas baru. Komposisi masyarakat Banyuwangi terdiri dari berbagai etnis. Pluralitas inilah yang menyebabkan Banyuwangi rentan terhadap berbagai permasalahan kemasyarakatan. Salah satunya adalah stigmatisasi oleh orang luar. Stigmatisasi terhadap masyarakat Banyuwangi terjadi dalam berbagai bidang kehidupan. Kajian ini membahas stigmatisasi terhadap masyarakat Banyuwangi melalui seni pertunjukan, yaitu Damarwulan, Gandrung dan musik lokal Banyuwangi dan bagaimana upaya-upaya perlawanan terhadap stigmatisasi melalui perjuangan pembentukan identitas baru. Untuk dapat menjawab permasalahan itu, penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan penggunaan sumber primer maupun sekunder, seperti wawancara terhadap pelaku dan pecinta seni, budayawan dan referensi lain yang relevan seperti buku, jurnal dan artikel. Tesis ini menyimpulkan bahwa stigmatisasi terjadi di Banyuwangi seiring dengan perjalanan panjang sejarah Banyuwangi. Selama bertahun-tahun masyarakat Banyuwangi menerima begitu saja stigma yang melekat pada dirinya. Berbagai peristiwa politik, sosial dan budaya di Banyuwangi menimbulkan kesadaran terhadap stigmatisasi. Kesadaran terhadap stigmatisasi itu dipelopori oleh kaum elit Banyuwangi. Dari sinilah mulai muncul gerakan melawan stigma. Gerakan ini merevisi bentuk, makna, sajian dan berbagai tahap dalam tiga jenis seni pertunjukan diatas. Upaya yang dilakukan diatas digunakan untuk merumuskan identitas baru.

This research come from a question why contemporary Banyuwangi need a new identity. Composition of Banyuwangi society consists of various ethnics. This pluralistic nature of Banyuwangi people susceptible to social issue, as stigmatization from outsiders. Stigmatization to the people of Banyuwangi occured in many area of lives. This study examines stigmatization towards the people of Banyuwangi through arts, especially performing arts; Damarwulan, Gandrung and Banyuwangi local music, and efforts how was people of Banyuwangi fighting against stigmatization and formulating a new identity. To answer those questions, this research uses historical methode, by employing primary sources like interview to actor/actress, local historian, cultural experties, as well as use contemporary of secondary sources such as books, journals, and articles. This research concludes that stigmatization toward people of Banyuwangi is going along with the history of Banyuwangi. For many years, Banyuwangi people accept stigmatization that attach to it. Political, social and cultural events that took place in Banyuwangi had made people aware of the stigmatization. The pioneer of this conciousness are the elites, who in turn instigated anti-stigmatization movements. This movements repair form, meaning, perform and any step from three performing art. That effort use to formulize a new identity.

Kata Kunci : seni, stigmatisasi, identitas, Banyuwangi

  1. S2-2015-339971-tableofcontent.pdf