HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI SMA DI KOTA YOGYAKARTA
ESTI SUCIATI, Wiwin Lismidiati, S.Kep, Ns., M.Kep., Sp.Mat, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Gangguan terkait menstruasi yang sering terjadi pada remaja yaitu seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri, perdarahan yang lama dan banyak saat menstruasi. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah aktivitas fisik. Gangguan terkait menstruasi penting untuk diperhatikan dan diatasi karena dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan reproduksi remaja. Oleh karena itu peneliti ingin mencari tahu apakah ada hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada Siswi SMA Di Kota Yogyakarta. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada siswi SMA di Kota Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di 3 SMA di Kota Yogyakarta yang dipilih menggunakan cluster random sampling dan pengambilan dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2015. Total sampel penelitian yaitu 115 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner aktivitas fisik modifikasi International Pysical Activity Questionnaire (IPAQ) versi 2005 dan kuesioner siklus menstruasi yang dibuat oleh peneliti. Hasil uji reliabilitas kuesioner IPAQ adalah 0,567 dan validitas kuesioner 0,08-0,654. Analisis data menggunakan uji koefisien kontigensi. Hasil: Kebanyakan responden melakukan aktivitas fisik intensitas ringan 55 orang atau 47,8 persen, hanya 7 orang atau 6,1 persen responden melakukan aktivitas fisik intensitas berat dan sisanya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang. Jumlah responden yang melaporkan siklus menstruasi yang tidak teratur sebanyak 64 orang atau 55,7 persen dan siklus menstruasi yang teratur 51 orang 44,3 persen. Tidak ditemukan hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada siswi SMA di Kota Yogyakarta dimana nilai p sama dengan 0,118. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada siswi SMA di Kota Yogyakarta
Background: The most of adolescents have menstrual disorders like irregular menstrual cycle, pain, long bleeding duration. The menstrual disorders can be influence by several factors, one of them is physical activity. This disorders ware important to be noticed and overcame because it can affect the adolescent quality of life and their health of reproduction. Objectives: To discover the relationship between the physical activity and the menstrual cycle of female senior high school students in Yogyakarta. Methods: this is non experimental analytic study with a cross-sectional. The study took place in 3 senior high schools in Yogyakarta used cluster random sampling method. This study collected data in April-May 2015. The total respondents ware 115 students. The instruments used are the modified International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) version 2005 and menstrual cycle questionnaire. The analysis of data used contingency coefficient test. Results: The most respondents have light category physical activity 47,8 percent (55 respondents). The respondents who reported irregular menstrual cycle ware 64 people (55,7 percent) and 51 people (44,3 percent) have regular menstrual cycle. No relationship is found between the physical activity and the menstrual cycle, the p value is 0,118. Conclusion: No relationship is found between the physical activity and the menstrual cycle of female senior high school students in Yogyakarta.
Kata Kunci : Siklus Menstruasi, Aktivitas Fisik, Remaja, Menstruasi