Laporkan Masalah

Praktik Musisi Muda Dalam Ranah Indie di Yogyakarta

GREGORIUS RAGIL WIBAWANTO, Arie Sujito, M.Si.

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Skripsi ini mengulas praktik musisi muda di ranah indie di Yogyakarta. Praktik yang diulas dikaitkan dengan latar belakang historis baik dari konsep praktik musik maupun konstruksi diskursus pemuda sebagai kunci analisis atas konteks sosial-budaya yang signifikan, bukan hanya sebagai gambaran permulaan sebuah studi. Ini perlu dilakukan untuk menelusuri bangunan habitus di dalam ranah yang mendasari praktik musik yang dilakukan oleh musisi muda di ranah indie di era kontemporer. Mandiri atau Menjual merupakan warisan sejarah yang terus dipertentangkan di antara musisi indie. Kemandirian yang menjadi basis praktik musik indie juga terus mengalami perubahan makna seiring dengan perpindahan generasi. Dialog kebudayaan yang dialektis antara Mandiri dan Menjual memunculkan strategi-strategi negosiatif yang dilakukan pemuda berdasarkan logika praktik di dalam ranah yang digerakkan oleh habitus. Praktik negosiatif tersebut berlangsung dinamis dalam kerangka relasi objektif antara aktor-aktor yang bergerak di ranah indie sebagai usaha transformasi modal dan menyiasati pertentangan ideologis. Di lain sisi, musisi muda sedang berada di dalam momentum transisi yang berusaha untuk menegosiasikan masa kini dan memproyeksikan masa depan. Kondisi tersebut mengandung kerentanan struktural di mana ranah indie sebagai dunia kreatif, bergerak sangat dinamis dan berubah-ubah di atas harapan akan ketidakpastian masa depan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk melihat strategi musisi muda dalam praktik musik di ranah indie yang bertarung di antara ketegangan ideologi dan ketidakpastian masa depan.

This research covered various practice of young indie musician at Yogyakarta. Historical data has been considered as a key analytic process either musical practice concept or youth discourse, instead of treat it as a study background only. It is needed to investigate the structure of the habitus in the field which become a basis upon music practice demonstared by young musician in the contemporary era. Authentic or sell out constitutes historical legacy which have been contested among young indie musician. As authentic has been a major value to the indie music practice, it sustain flux changing towards generation shifting. Dialectic cultural dialog between authentic and sell-out occur various negosiative strategy which has been done by young musician based on the logic of practice in the field drove by habitus. Those kind of practice taking place in a dynamic objective relation between actors as an exertion to transform various capitals and apply strategic tactic to stand on an everlasting ideological tension between authentic and sell out. In other side, young musician had been around transition momentum, an ambivalen situation whether being in present time while projecting the future. That circumstance brings them to the structural susceptibility, whereas indie as field of creative has a dynamic movement, flows in a fickl notion upon hope of the expectation of unexpected future. Therefore, it becomes very important to discuss about young musician�¢ï¿½ï¿½s strategy in the field of indie music practice forced among ideological tension and indeterminancy future.

Kata Kunci : Praktik Musik, Musisi Muda, Ranah Indie, Pemuda/Music Practice, Young Musician, Field of indie, Youth.

  1. S1-2015-302235-abstract.pdf  
  2. S1-2015-302235-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-302235-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-302235-title.pdf