Hubungan Dukungan Sosial Yang Diterima Dengan Kecemasan Pada Siswa Akselerasi Di SMA Kota Yogyakarta
ULFAH INGGIT DAYU AR, Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., Ph.D; Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Akselerasi merupakan program pendidikan khusus untuk siswa cerdas dan berbakat agar dapat menempuh studi yang lebih cepat. Padatnya kegiatan akan menimbulkan gangguan sosial emosional siswa, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan dapat mempengaruhi memori, konsentrasi, kepercayaan diri, dan daya rasional siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah dukungan sosial. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial yang diterima dengan kecemasan yang dialami pada siswa akselerasi di SMA Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekaan cross sectional. Pemilihan subyek penelitian dilakukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori Smet (1994) oleh Utiara (2009) dan kuesioner kecemasan Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS) yang disusun oleh Janet Taylor. Hasil: Responden yang menerima dukungan sosial tinggi sebanyak 70,7%, sedang 29,3% dan rendah 0%. Responden yang mengalami kecemasan rendah sebanyak 58,6% dan tinggi 41,4%. Hasil korelasi Spearman menunjukkan nilai p= -0,228 dan nilai r = 0,071 Kesimpulan: Sebagian besar responden penelitian menerima dukungan sosial tinggi (70,7%) dan mengalami kecemasan rendah (58,6%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada siswa akselerasi di SMA Kota Yogyakarta
Background: Acceleration is a special education program for bright and talented students in order to study quicker. The busy schedule of activities will cause many kind of social-emotional disorders for students, one of them is anxiety. Anxiety affects memory, concentration, confidence, and rational power of students. One of the factors that influences the anxiety is social support. Objective : To know the correlation between social support and anxiety of accelerated students of senior high schools in Yogyakarta. Method : this research is a correlational analytic research with cross sectional approach. The selection of the respondents was using total sampling technique. The instrument of this research was using the social support questionnaire that drafted based on the Smet theory (1994) by Utiara (2009) and using the Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS) questionnaire that has been compiled by Janet Taylor. Result : Respondents who received high social support are 70,7%, intermediate are 29,3%, and low are 0%. Respondents who experienced low anxiety are 58,6% and high anxiety are 41,4%. The Spearman correlation results shows the value of p=-0,228 and r= 0,071. Conclusion : Most of the respondents have received high social support (70,7%) and they experienced low anxiety (58,6%). There are no significant correlation between social support and anxiety of accelerated students of senior high schools in Yogyakarta.
Kata Kunci : Remaja, dukungan sosial, kecemasan