ANALISIS IMPLEMENTASI PROSEDUR STANDAR PENCATATAN ASET PADA DIREKTORAT ASET UNIVERSITAS GADJAH MADA
KURNIAWAN NUR W, Siti Muslihah, S.E., M.Sc.
2015 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI SVPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana implementasi prosedur standar pencatatan aset dan faktor-faktor yang menyebabkan kendala implementasi prosedur standar pencatatan aset pada Direktorat Aset UGM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi prosedur standar pencatatan aset pada Direktorat Aset sudah dilakukan dengan baik dan tepat. Kendala-kendala yang dialami dalam implementasi prosedur standar pencatatan aset yaitu: 1) Kesalahan Mata Anggaran Keluaran (MAK) yang disebabkan kurang detailnya perencanaan suatu kegiatan, kurangnya pemahaman tentang aset/Barang Milik Negara (BMN) oleh pegawai pengadaan, dan habisnya Mata Anggaran Keluaran (MAK). 2) Ketidaksesuaian pengadaan dengan RKAT/perencanaan disebabkan kekeliruan pejabat pengadaan dalam melakukan pengadaan, permintaan user yang berbeda dengan RKAT, aset/barang yang diminta sudah tidak ada di pasaran, adanya perubahan pengadaan oleh Unit Layanan Pengadaan dengan persetujuan kasub tetapi tidak dilakukan dokumentasi resmi, dan pengajuan perencanaan yang tidak memperhatikan RKAT. 3) Dokumen penyerta pengadaan tidak lengkap disebabkan karena belum ada mekanisme pendistribusian dokumen melalui sistem yang terkomputerisasi yang dapat membuat dokumen mengalir secara otomatis, kurang pedulinya SDM dari Unit Layanan Pengadaan untuk mendistribusikan dokumen, dokumen terlambat karena belum dilakukan penandatanganan surat serah terima barang antara penyedia/vendor dengan pejabat pengadaan, atau Unit Layanan Pengadaan sedang overload pekerjaan dan kurang SDM sehingga dokumen pengadaan telat didistribusikan ke user/unit kerja. Kata kunci : Aset/Barang Milik Negara (BMN), RKAT, dan Pengadaan
This research aims to determine how the implementation of the standard procedure of recording assets and factors that led to the implementation constraints standard procedure of recording assets in Directorate of Assets Gadjah Mada University. The research is descriptive qualitative data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The result of research shows the implementation of a standard procedure recording of assets in Directorate of Assets was done properly. Constraints that have been experienced in the implementation of the standard procedure of recording assets, such as: 1) Mata Anggaran Keluaran (MAK) recording errors caused by less detailed planning of an activity, a lack of understanding about the Assets/Barang Milik Negara (BMN) by officials in procurement, the exhaustion of Mata Anggaran Keluaran (MAK). 2) The incompatibility between the procurement by RKAT/planning caused errors by official in making procurement, demand that is different from RKAT, required assets/items was not in the market, the change in procurement by The Procurement Service Unit with the approval of kasub but not carried official documentation and submission of planning that does not consider with RKAT. 3) Incomplete accompanies procurement document caused no mechanism for distributing documents via computerized system that can make flowing documents automatically, less concerned for human resources Procurement Service Unit to distribute the document, signing the handover of goods between providers/vendors with procurement officials document lately, or Procurement Service Unit was overload work and lack of human resources so that procurement documents to user/a unit of work distributed lately. Keywords : Assets/Barang Milik Negara (BMN), RKAT, and Procurement
Kata Kunci : Aset/Barang Milik Negara (BMN), RKAT, dan Pengadaan