Analisis Komparatif Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah Pengumuman Rencana Merger dan Akuisisi: Kajian Pada Perusahaan Pengakuisisi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014
ARDY QOMARUDDIN, Hardo Basuki, Dr.,M.Soc.Sc., CSA., CA.
2015 | Skripsi | AKUNTANSITujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji apakah suatu pengumuman rencana merger dan akuisisi dapat menghasilkan reaksi pasar berupa kenaikan abnormal return secara signifikan pada saham perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mulai dari tahun 2012 hingga 2014, sedangkan periode pengamatan yang digunakan yaitu 5 hari, 10 hari, 20 hari, dan 30 hari sebelum dan juga sesudah pengumuman rencana merger dan akuisisi yang dilakukan. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode paired sample t-test untuk melihat signifikansi perbedaan dua nilai rata-rata abnormal return. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian paired sample t-test yang dilakukan, ditemukan hasil bahwa tidak ada kenaikan abnormal return secara signifikan pada semua periode pengamatan. Hal ini dapat terjadi karena (1) aktivitas merger dan akuisisi telah menjadi suatu rutinitas bagi perusahaan sehingga ketika perusahaan kembali mengumumkan pengumuman yang sama maka efeknya tidak akan terlalu signifikan dan (2) adanya kemungkinan kebocoran informasi sebelum informasi diumumkan kepada publik secara resmi oleh manajemen.
The objective of this study is to test whether an announcement on merger and acquisition plan can make a market reaction in the form of a significant increase in company's stock abnormal return. This study uses 2012 to 2014 data and uses 5 days, 10 days, 20 days, and 30 days before and after the announcement. The testing method used in this study is paired sample t-test to test the significance between two average abnormal return. This study shows that based on the paired sample t-test, there is no significant increase on stock abnormal return in every event window. This lack of significant increase on the abnormal return can happen because (1) investor see the merger and acquisition activity as a routine activity, so when the company announce the similar information, this information will have no significant effect and (2) there is a possibility of a leakage on the information before this information officially announced to the public
Kata Kunci : Stock Abnormal Return, Business Combination, Signaling Theory, Event Study