HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PERSUASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG (PGS) DENGAN INTENSI UNTUK MENGONSUMSI GIZI SEIMBANG PADA MURID SD DAN SMP DI KOTA YOGYAKARTA
YUNITA WULANSARI, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph. D ; Siti Helmyati, DCN., M.Kes
2015 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Hasil data Riskesdas (2013) menunjukkan perilaku masyarakat Indonesia dalam konsumsi makanan sehat masih buruk. Untuk mengurangi dampak tersebut, dicetuskanlah Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014 agar pola makan masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat. Sebagai pesan yang baru di kalangan masyarakat, diperlukan sosialisasi yang bersifat persuasif yang dapat mempengaruhi pola mikir masyarakat dan ke depannya dapat menimbulkan intensi untuk mengonsumsi gizi seimbang. Untuk melihat keberhasilannya, diperlukan uji efektivitas Pedoman Gizi Seimbang pada murid SD dan SMP. Tujuan :Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kemampuan persuasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan intensi untuk mengonsumsi gizi seimbang pada murid SD dan SMP di Kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional (non eksperimental) dan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitianj ini adalah murid SD dan SMP di Kota Yogyakarta. Terdapat sampel yang terpilih secara acak berjumlah 406 murid SD dan 405 murid SMP. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang mempunyai skala ordinal dan analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS Statistic 17.0. Untuk mengetahui hubungan antara persuasi dan intensi dianalisis dengan uji chi-square. Hasil : Kemampuan persuasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) mempunyai hubungan yang signifikan dengan intensi untuk mengonsumsi gizi seimbang (p < 0.05) baik murid SD dan SMP. Hasil uji regresi logistik variabel persuasi terhadap intensi menghasilkan OR = 5.062 untuk murid SD dan OR = 9.669 untuk murid SMP. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan persuasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan intensi untuk mengonsumsi gizi seimbang pada murid SD dan SMP di Kota Yogyakarta. Murid yang mempunyai kesan persuasi positif akan memiliki peluang 5.062 kali lebih besar pada murid SD dan 9.669 kali lebih besar pada murid SMP dalam intensi untuk mengonsumsi gizi seimbang daripada murid yang mempunyai kesan persuasi negatif. Kata Kunci : persuasi, intensi, uji efektivitas, murid SD, murid SMP, PGS 2014
Background: The results of the data Riskesdas (2013) shows the behavior of the Indonesian community in the consumption of healthy food is still bad. To reduce these impacts, balanced nutrition guidelines (PGS) was initiated in 2014 in order to Indonesian people diet become healthier. As new messages in the community, socialization persuasive is needed that may affect patterns of society thinking in the future and can lead to the intention to consume balanced nutrition. To see the success, effectiveness test of Balanced Nutrition Guidelines (PGS) is required on elementary and junior high school students. Objective:The purpose in this study is determine the relationship between the persuasion ability of Balanced Nutrition Guidelines to the intention to consume balanced nutrition in elementary and junior high school students in Yogyakarta City. Methods: This study was a quantitative research method of observational (non-experimental) with a cross-sectional design. The samples in this study are elementary and junior high school students in Yogyakarta City. There was a randomly selected sample total 406 elementary school students and 405 junior high school students. Collecting data in this study using a questionnaire that has ordinal scale and data analysis were performed using SPSS Statistics 17.0.To determine the relationship between persuasion and intentions were analyzed with chi-square test. Results : Ability persuasion of Balanced Nutrition Guidelines has a significant correlation to the intention to consume balanced nutrition (p < 0.05) in both elementary and junior high school students. Results of logistic regression test of the persuasion to the intention variable is OR = 5.062 for elementary school students and OR = 9.669 for junior high school students Conclusion : There is a significant correlation between the ability of persuasion Balanced Nutrition Guidelines to the intention to consume balanced nutrition at elementary and junior high school students in Yogyakarta City. Students who have a positive impression of persuasion will have a chance 5,062 greaterin elementary school students and 9669 greater in junior high school students in the intention to consume balanced nutrition than students who have a negative impression of persuasion. Keywords: persuasion, intentions, effectiveness test, elementary school students, junior high school students, PGS 2014
Kata Kunci : persuasi, intensi, uji efektivitas, murid SD, murid SMP, PGS 2014