Museum Tekstil Indonesia Dengan Konsep Metafora Architextiles
ANYA AZARIA, Ir. Jatmika Adi Suryabarata, M. Sc, PhD
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURIndonesia adalah sebuah negara berkembang dengan kekayaan yang sangat luar biasa baik dari segi fisik maupun non fisik. Salah satu kekayaan Indonesia dari segi non fisik adalah banyaknya etnis, suku dan budaya yang ada. Etnis dan suku yang berbeda akan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. Kebudayaan ini menjadi sebuah warisan yang tidak ternilai harganya. Salah satu warisan kebudayaan Indonesia dalam bidang kesenian dan kerajinan yang berharga serta patut dilestarikan adalah tekstil atau kain tradisional. Sejak zaman dahulu, tekstil atau kain memberikan peranan yang penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Kain tidak hanya dijadikan sebuah kebutuhan akan sandang namun kain memiliki nilai yang lebih dalam status sosial masyarakat. Dalam upaya melestarikan warisan kebudayaan berupa tekstil dan kain tradisional Indonesia, dibutuhkan sebuah tempat untuk mengkoleksi dan mengkonservasi tekstil dan kain tradisional berupa sebuah museum tekstil. Museum di Indonesia sampai saat ini hanya dipandang sebagai sebuah lembaga lembaga konservasi, ruangan ruangan kuno yang bercerita tentang sejarah yang membosankan dan barang barang sejarah yang sudah usang dan bukan sebagai sebuah tempat untuk sarana rekreasi edukatif yang menyenangkan. Untuk itu, diperlukan sebuah inovasi untuk merubah mindset masyarakat Indonesia terhadap museum. Museum yang ideal adalah museum yang mampu mengkonservasi serta mewadahi keinginan dan aktivitas masyarakat untuk mencari informasi di dalamnya. Museum tidak boleh bersifat pasif, museum harus mampu berkomunikasi dan berinteraksi kepada pengunjung. Melalui konsep metafora architextiles ini diharapkan dapat membantu dalam mewujudkan museum tekstil yang ideal dan bertaraf internasional pada era modern ini. Kedepannya, Museum Tekstil Indonesia menjadi sebuah sarana dalam bidang konservasi serta pendidikan yang mampu mewadahi segala aktivitas dalam upaya menimbulkan rasa cinta akan warisan kebudayaan bagi masyarakat Indonesia serta mengenalkan warisan kebudayaan berupa tekstil tradisional Indonesia ke dunia global.
Indonesia as a develop country which has an extraordinary richness in both physical and non physical. From physical side, Indonesia has a lot of ethnics, tribes and cultures. The differences between ethnics will generate different cultures. This cultures turns into a priceless legacy. Textile and fabrics become one of the Indonesian cultural heritage that should be preserved well. Since ancient times, textiles or fabrics provide an important role for the life of the Indonesian people. Textiles and fabrics are not only used as a need of clothing but also become a social status among them. In a way to preserve the cultural heritage of Indonesian textiles and fabrics, there should be a place to collect and conserve traditional textiles and fabrics in the form of a textile museum. Nowadays, museums in Indonesia only seen as an conservation institution, the display rooms that tells the story of ancient history are boring and full of outdated stuffs and there is no place for recreation based educative and fun. For that, it needs some innovation to change the mindset of Indonesian people about museum. The ideal museum is a museum that is able to conserve and accommodate the desires and activities of the people to find the information inside the museum. The museum should not be passive, the museum should be able to communicate and interact with the visitors. The concept of metaphor architextiles will help in realizing international textile museum in this modern era. In the future, Indonesian Textile Museum becomes a place for conservation and education that accommodate all the activities with some goals, building a sense of love of cultural heritage for Inonesian people and also introducing the cultural heritage in the form of traditional Indonesian textiles to the global world.
Kata Kunci : Museum, Tekstil, Architextiles, Tradisional, Teknologi