Laporkan Masalah

Model Pembelajaran Cognitive dengan Aplikasi Desain Instruksional Gagne

SRI SUNDARI, CAL, Gagne instructional design, learning outcome

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran

INTISARI Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY telah menerapkan PBL sejak tahun 2004. Dalam pembelajaran PBL, peserta didik diharuskan untuk dapat mengelola pembelajarannya secara mandiri. Salah satu model pembelajaran yang dianggap mampu untuk membentuk self directed learning (SDL) adalah model pembelajaran berbantuan komputer atau computer assisted learning (CAL). Kunci keberhasilan implementasi CAL bukan terletak pada teknologinya, melainkan adanya metode insruksional yang tepat karena akan berpengaruh langsung pada kualitas proses pembelajarannya. Dengan demikian, perbaikan kualitas pembelajaran untuk membentuk budaya SDL harus diawali dengan pemilihan desain instruksional yang tepat terlebih dahulu terutama untuk mempermudah dan meningkatkan pemahaman. Salah satu model rancangan instruksional yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta didik adalah dari Gagne's instructional design. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan model CAL menggunakan Gagne's instructional design untuk meningkatkan pemahaman materi bagi peserta didik. Model ini dikembangkan menggunakan desain action research melalui 5 langkah menurut Davidson et al.(2004), yaitu: melakukan diagnosis masalah belajar, membuat rencana perbaikan, membuat model pembelajaran baru, membangun sarana pembelajaran, dan terakhir penerapan model pada kegiatan pembelajaran sesungguhnya. Guna memastikan keberhasilan CAL, dilakukan eksperimen menggunakan rancangan pre-test dan post-test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modul CAL pada peserta didik yang menjalani pembelajaran modul diare. Hasil penelitian ini dibedakan antara kelompok yang mengakses CAL dan yang tidak mengakses CAL Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa hasil pre-test tidak berbeda secara signifikan antara kelompok yang menggunakan dan yang tidak menggunakan CAL (p > 0,05), sedangkan hasil post-test antara dua kelompok tersebut berbeda secara signifikan (p < 0,05). Ada juga hubungan positif antara jumlah penggunaan CAL dengan hasil post test (R = 0,314). Modul CAL yang dikembangkan menggunakan desain instruksional Gagne juga memiliki efektivitas yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan peserta didik untuk memahami dan menganalis masalah (efek ukuran = 0,89). Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa modul CAL yang dikembangkan sangat dipengaruhi oleh kenyamanan antarmuka (terutama navigasi) dan kesesuaian isi modul dengan tujuan pembelajaran. Kata Kunci: CAL, desain instruksional Gagne, kemampuan analisis

Cognitive Learning Model used Computer Assisted Learning (CAL) with Application Gagne Instructional Design. Sri Sundari1, Harsono2, Titi Savitri P2, Ova Emilia2 1. Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2. Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ABSTRACT Medical Education, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta has been implemented Problem Based Learning since 2004. In the PBL method students are required to learn independently or build a self-directed learning culture (SDL). One model of learning that are considered capable of forming SDL is a computer-aided learning or computer-assisted learning (CAL). The key to successful implementation of CAL is not the technology, but rather the instructional design because it will directly affect the quality of the learning process. Thus, to develop SDL culture should be initiated by improving the learning design first, especially for gaining the understanding and problem solving. One model of instructional design has been proved to increase the understanding learners is of Gagne's instructional design The main objective of this research is to develop a new CAL model using Gagne's instructional design. The model is to improve the understanding of students to the learning material. This model was developed through five steps, namely: diagnosing learning problems, creating improvement plans, designing new learning model, creating tools, and implementing the model in the real world of teaching-learning. An experiment conducted using pre-test and post-test method for ensuring the success of the model. This study aims to determine the effect of CAL modules in the group that use CAL compared with the group that did not use CAL. Based on statistical analysis known that pre-test results did not differ significantly between the groups using and not using CAL (p> 0.05), while the post-test results between the two groups differed significantly (p < 0.05). There was also a positive correlation between the amount of use of CAL with the results of the post-test (R = 0.314). CAL modules were developed using instructional design Gagne also have seen the high effectiveness of the learner's ability to understand and analyze the problem (effect size = 0.89). From this study it can be concluded that the CAL influenced by the convenience of the interface (mainly navigation) and the suitability of the content of the module to the learning objectives.

Kata Kunci : CAL, desain instruksional Gagne, kemampuan analisis

  1. S3-2015-262459-tableofcontent.pdf