Laporkan Masalah

Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Emas Semarang Titik Dua Pendekatan Arsitektur Dekonstruksi

KADEK DHANESWARA, Ir. Ikaputra, M.Eng, Ph.D

2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Transportasi laut merupakan moda angkutan penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kapal mempunyai daya angkut yang lebih besar daripada kendaraan darat dan laut sehingga terhitung sangat efisien. Berbanding terbalik dengan permintaan konsumen terhadap transportasi laut yang cukup tinggi, beberapa pelabuhan yang ada saat ini memiliki sarana dibawah standar terutama fasilitas gedung terminal penumpang. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat visi misi pemerintah untuk memaksimalkan transportasi laut sebagai alternatif moda angkutan bagi masyarakat. Pelabuhan Tanjung Emas secara spesifik menjadi pilihan lokasi perancangan terminal penumpang. Dalam lima tahun terakhir aktivitas penumpang di pelabuhan ini mengalami peningkatan namun terminal penumpang sebagai fasilitas utama masih kurang memadai. Alih fungsi bangunan gudang pelabuhan menjadi gedung terminal penumpang menyebabkan kurang maksimalnya fungsi bangunan dengan daya tarik rendah. Dalam pengembangan desain dan rancangan terminal penumpang kapal laut Semarang ini menggunakan metoda trans programming sebagai bentuk pencapaian pendekatan dekonstruksi yang mengusung konsep penggabungan dua program ruang yang kontra. Pendekatan desain yang meleburkan sifat keterbukaan ruang publik dengan sifat tertutup terminal penumpang ini merupakan perwujudan konsep anti-kemapanan karakter bangunan yang menjadi paradigma masyarakat selama ini.

Sea transportation is reffered as the most important transportation for Indonesia as maritime country. Currently ship has higher efficiency than other transportation for its great capacity. On the contrary with high consumer demand, some port had under quality facility, specifically for passenger terminal building. As government rising the optimalization of sea transportation for alternative choice issue, this problem concerns to be solve as soon as possible. Tanjung Emas Port choosen specifically as the location for passenger terminal project. For the last five years, the passenger activity was increased despite of the lack of the main facility. As the existing passenger terminal was originally built for port warehouse building causing the unattractive and minimum functionality problems. As for passenger terminal design development was using trans programming method as one from several methods to implementing deconstruction architecture that combine two different space program. This approachment specifically merging the open concept of public space and the private concept of passenger terminal as the realization for deconstructive character of the building that commonly known by peoples.

Kata Kunci : Terminal penumpang, pelabuhan, taman publik, dekonstruksi, trans programming

  1. S1-2015-312928-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312928-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312928-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-312928-title.pdf