DINAMIKA KONFLIK MAJIKAN DAN PEKERJA PENYANDANG CACAT TUNA DAKSA DI INDUSTRI KERAJINAN
PURANEORI SUKMA, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si
2015 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANINTISARI Konflik merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang memiliki dinamika menarik. Pengkajian konflik terus diperbaharui dengan variasi subyek dan kondisi empiris yang berbeda-beda. Guna menambah variasi kajian konflik, penelitian ini memaparkan mengenai dinamika konflik yang terjadi antara majikan dan pekerja penyandang cacat tuna daksa di industri kerajinan, tepatnya di Mandiri Craft. Argumen pokok penelitian ini adalah eksistensi penyandang cacat didunia kerja (Mandiri Craft) yang mengalami perkembangan pesat menciptakan dinamika konflik hubungan industrial yang unik. Keunikan tersebut dikaji menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal. Studi kasus menjadi pendekatan yang cocok dalam kasus konflik antara majikan dan pekerja penyandang cacat, karena kasus ini ekstrim dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur kepada informan yang didapat dari metode purposive. Pengolahan data dilakukan dengan penjodohan pola khususnya pola peristiwa konflik dan pemicunya, serta dilakukan triangulasi antara pekerja penyandang cacat tuna daksa, majikan serta pembina/pengawas hingga teruji validitasnya. Analisis penelitian ini terbagi menjadi tigas periode. Periode pertama (2008- 2012), pemicu konflik dalam periode ini adalah adanya kondisi kerja yang tidak layak. Kondisi tersebut terwujud pada upah yang tidak layak, tidak adanya jaminan sosial pekerja, pemberian kesempatan kerja yang menciptakan kecemburuan sosial, serta kurang adanya pemenuhan hak ����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½ hak ditempat kerja. Periode kedua (2012-2014), eksploitasi yang dialami pekerja penyandang cacat dan komodifikasi kerentanan penyadang cacat yang dilakukan oleh majikan guna mengambil keuntungan pribadi, menciptakan kondisi kerja yang tidak sehat. Komodifikasi kerentanan tersebut diwujudkan dalam promosi dan pengajuan proposal bantuan dengan menonjolkan sisi lemah dan ketidakberdayaan pekerja penyandang cacat guna mendapatkan simpati dan empati dari lembaga donor, guna mendapatkan bantuan dalam jumlah besar. Selanjutnya, pemecatan sepihak terjadi pada hampir separuh pekerja penyandang cacat yaitu kepada mereka yang memberontak dan yang terlalu lemah. Disisi lain politik adu domba yang dilakukan oleh majikan kepada pembina dan pengawas Yayasan dengan cara manipulasi data lembaga yang berakibat fatal, menciptakan hubungan saling tidak percaya antar pendiri Mandiri Craft. Pemicu konflik lainnya, adalah adanya rebranding yang dilakukan secara laten oleh majikan. Pembuatan akta awal pendirian lembaga adalah Yayasan Penyandang Cacat Mandiri yang berorientasi sosial kemudian di-rebranding dengan nama Mandiri Craft yang berorientasi profit (karena memfokuskan diri pada penjualan dan pemasaran serta pembentukan CV pada tahun 2008) tanpa sepengetahuan pengawas. Akumulasi konflik memuncak pada tahun 2014 pertengahan Agustus. Dinamika konflik majikan dan pekerja penyandang cacat tuna daksa diatas mengalami trend intensitas konflik yang fluktuatif, meskipun demikian konflik ini masih tergolong konflik moderat (intensitas kekerasan rendah). Beberapa titik konflik yang radikal ditunjukkan pada puncaknya namun tidak mencapai kegiatan anarkis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu konflik yang terjadi pada penyandang cacat tuna daksa dalam hubungan industrial cenderung memiliki proses yang lama dengan dinamika yang tidak terlalu fluktuatif ketimbang masyarakat lainnya. Selain karena faktor bargaining position yang lemah, sumber kekuatan yang lain (finansial dan hukum) belum mampu memperjuangkan kesejahteraan mereka. Jika kelompok rentan tersebut masuk dalam kelompok konflik tertentu, maka hal tersebut dikarenakan kondisi ����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½bersama����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½ dengan kelompok konflik lainnya.
Conflict is a one of social change forms which has interesting dynamics. A conflict study is constantly updated with the subject variation and different empirical circumstances. In order to add the conflict studies variation, this research describes the dynamics happened between the employer and the quadriplegic workers in the craft industries, precisely at Mandiri Craft. The main argument in this research is the existence of disabled workers in the world of work who experience rapid development that create the dynamic conflict of industrial relation. This research provide uniqness conflict relation between employer and the quadriplegic workers. The conflict dynamics between the employer and quadriplegic above met the fluctuated trend of conflict intensity, however this conflict is still relatively a moderate conflict which can be compromised. Some of radical conflict point showed in the peak but it did not achieve the anarchy activities. The conclusion of this research is conflict which is happened in the vulnerable group (including children, women, elderly people, people with disabilities, and other marginalized communities) in an institution tends to have longer process with a not-so-fluctuated dynamics than other conflict groups. Aside of a weak bargaining position factor, another power source (financial and law) have not been able to undertake their welfare. If that vulnerable group is included in certain conflict group, it is because of its condition ����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½along����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½ with other conflict groups.
Kata Kunci : Dinamika, Konflik, Pekerja Penyandang Cacat Tuna Daksa, Industri Kerajinan, Komodifikasi Kerentanan Penyandang Cacat.