Hotel Bandara di Kulon Progo dengan Pendekatan pada Pola Perilaku Konsumen
KATHLEEN LUPITA SARI, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M. Arch.
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURTransportasi udara telah menjadi salah satu jalur transportasi yang vital di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan kapasitas bandara yang ada tidak mencukupi kebutuhan penerbangan tersebut. Oleh karena itu, dalam waktu dekat bandara Provinsi DIY akan dipindahkan ke Kabupaten Kulon Progo. Keberadaan bandara baru akan mengakibatkan pindahnya pusat transpotasi udara Provinsi DIY ke Kabupaten Kulon Progo. Hal ini juga akan memacu perkembangan Kabupaten Kulon Progo secara keseluruhan dalam terutama dalam bidang perekonomian dan kemajuan kota. Ribuan orang akan datang dan pergi melalui bandara baru ini setiap bulannya. Berbagai perhelatan dan pertemuan berskala nasional dan internasional juga akan diadakan di Kabupaten Kulon Progo. Namun, proyek tersebut tidak didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana saat ini terutama dalam bidang akomodasi. Kurangnya sarana akomodasi ini akan menyulitkan bagi para pengguna bandara yang hanya berniat untuk tinggal dalam jangka waktu pendek karena sedang dalam perjalanan transit maupun datang dengan tujuan melaksanakan meeting. Oleh karena itu diperlukan fasilitas akomodasi yang layak seperti hotel bagi para tamu transit dan meeting sekaligus merespon kebutuhan lain mereka seperti berbelanja dan sebagainya.
Air transportation has become a vital transportation line in Special Region of Yogyakarta. It can be seen from the increasing number of airline passengers in Adi Sucipto International Airport Yogyakarta every year that makes the airport capacity no longer enough to facilitate their needs. Therefore, in the near future the airport will be moved to Kulon Progo District. The new airport development will also move the center of air transportation from Special Region of Yogyakarta to Kulon Progo District then push the overall city development and economy forward. There will be many national-international events and convention held in Kulon Progo. Even so, the project has yet supported by the current facilities in Kulon Progo especially in accommodation sector. It makes air travelers will face difficulties to find a place to stay for a couple nights while they also have to complete their agendas in a transit or convention trip. That makes it clear that Kulon Progo needs a decent accommodation facility which will be functioned as hotel for transit and convention travelers and also responsive to their needs such as shopping and many more.
Kata Kunci : bandara, transit, meeting, hotel