Pengaruh Keseimbangan Kehidupan-Kerja Pada Komitmen Afektif Karyawan Dengan Kepuasaan Kerja Sebagai Variabel Pemediasi (Studi Pada Karyawan Wanita PT. Bank Riau Kepri)
FUNDI PRI ABDILLAH, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D
2015 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini dilakukan di Kantor Pusat PT. Bank Riau Kepri, dimana sampelnya adalah 46 karyawan wanita yang sudah menikah, status kerja tetap, dan masa kerja minimal dua tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala likert. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh keseimbangan kehidupan-kerja terhadap komitmen afektif, serta menguji dan menganalisis apakah kepuasan kerja merupakan variabel pemediasi yang mempengaruhi keseimbangan kehidupan-kerja dengan komitmen afektif. Teknik pengujian hipotesis menggunakan linier regression untuk menguji hipotesis 1, 2, dan 3 sedangkan analisis pemediasi Baron dan Kenny (1986), digunakan untuk menguji hpotesis 4. Setelah analisis data dilakukan maka didapatkan kesimpulan keseimbangan kehidupan kerja mepengaruhi komitmen afektif, keseimbangan kehidupan kerja mempengaruhi kepuasan kerja, kepuasan kerja mempengaruhi komitmen afektif dan kepuasan kerja memediasi secara sempurna pada keseimbangan kehidupan kerja terhadap komitmen afektif.
This research was conducted at the Central Office of PT. Bank Riau Riau Islands, where the sample is 46 employees of a married woman, permanent employment, and a minimum term of two years. Data collection techniques performed through questionnaires using Likert scale. The purpose of this study was to examine and analyze the effect of work-life balance on affective commitment, using job satisfaction as a mediating variable. Hypothesis testing techniques using linear regression to test the hypothesis 1, 2, and 3, while the analysis mediating variable from Baron and Kenny (1986), was used to test hpotesis 4. After analysis of the data done so he found work-life balance has a positive effect on affective commitment, work-life balance has a positive effect on job satisfaction, job satisfaction has a positive effect on affective commitment, and job satisfaction mediates the relationship between work-life balance on affective commitment.
Kata Kunci : keseimbangan kehidupan-kerja, kepuasan kerja, komitmen afektif