PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASIONAL PERSEPSIAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASIONAL PADA JOB ENGAGEMENT KARYAWAN BMT BINA UMMAT SEJAHTERA LASEM
MUHAMMAD QOES ATIEQ, Gugup Kismono, MBA., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenJob engagement sebagai sebuah kondisi motivasional positif yang terkait dengan pekerjaan yang dicirikan dengan vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli, 2002). Hal yang mendasari hubungan antara dukungan organisasional persepsian pada engagement adalah teori dari Kahn (1990 dalam Saks, 2006) yang berpendapat bahwa yang menyediakan dukungan, kenyamanan, dan keamanan dalam lingkungan kerja adalah organisasi yang dekat dengan pekerja tersebut. Sedangkan untuk komunikasi organisasional yang mendasari adalah menurut Kahn (1990) menemukan bahwasanya dalam suatu organisasi dimana komunikasi berupa informasi dibagi di antara anggota organisasi dan interaksi komunikasi terjadi secara efektif, anggota organisasi akan dapat menempatkan diri mereka dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan organisasional persepsian dan komunikasi organisasional terhadap job engagement karyawan di BMT Bina Ummat Sejahtera Lasem. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di BMT Bina Ummat Sejahtera yang berjumlah 682 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah untuk mengukur dukungan organisasional persepsian (SPOS), komunikasi organisasional, dan job engagement (UWES-17), ketiga kuesioner tersebut sudah terstandarisasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda, dan uji t. Hasil hipotesis dalam penelitian ini apabila diuji secara parsial adalah Hipotesis 1 (H1) didukung artinya dukungan organisasional persepsian berpengaruh posistif dan signifikan pada job engagement (0,349, 0,001 < 0,05) sedangkan Hipotesis 2 (H2) juga didukung artinya komunikasi organisasional berpengaruh positif dan signifikan pada job engagement (0,361, 0,001 < 0,05).
Job engagement as a positive motivational condition associated with work that is characterized by vigor, dedication, and absorption (Schaufeli, 2002). The basis of the relationship between perceived organizational support towards engagement is the theory of Kahn (1990 in Saks, 2006) which found that what provides psychological safety in the work environment is an organization which is close with the employees. Meanwhile underlying organizational communication according to Kahn (1990) is an organization where communication in the form of information is divided between organizational members and interactional communication occurs systematically, organizational members will be able to place themselves in their jobs. This research aims to analyze the influence of perceived organizational support and organizational communication towards job engagement of employees in BMT Bina Ummat Sejahtera Lasem. The population of this research is all employees in BMT Bina Ummat Sejahtera with a total of 682 people,meanwhile the sample of this research which can be used is 101 people. Data collection is done using questionnaire method. The questionnaire used is to measure perceived organizational support (SPOS), organizational communication, and job engagement (UWES-17), the three questionnaires are standardized. Analysis in this research uses multiple linear regression. Hypothesis results in this research if tested partially is Hypothesis 1 (H1) is supported which means perceived organizational support positively and significant influences job engagement (0,349, 0,001 < 0,05) meanwhile Hypothesis 2 (H2) is also supported which means organizational communication positively and significant influences job engagement (0,361, 0,001 < 0,05).
Kata Kunci : Job Engagement, Dukungan Organisasional Persepsian, Komunikasi Organisasional