Pemanfaatan Citra Quickbird untuk Pemetaan Permukiman Kumuh dan Tingkat Prioritas Penanganan di Kecamatan Semarang Utara
GAMMA REIZA NUSANTARAWATI, Dra. Endang Saraswati, M.S;Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc
2015 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPermukiman kumuh adalah permasalahan yang kerap terjadi di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Kecamatan Semarang Utara. Permukiman kumuh di Kecamatan Semarang Utara disebabkan oleh kualitas lingkungan yang menurun dan peningkatan kepadatan penduduk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manfaat citra Quickbird dalam menyadap parameter kekumuhan, memetakan persebaran permukiman kumuh, dan mengetahui prioritas penanganan permukiman kumuh. Informasi kekumuhan yang digunakan adalah kepadatan bangunan, jarak antar bangunan, coverage building, kondisi jalan, kondisi drainase, sistem pengelolaan air limbah, kondisi permanen bangunan, kondisi persampahan, dan kesesuaian dengan rencana tata ruang. Metode yang digunakan adalah interpretasi visual parameter kekumuhan dari citra Quickbird tahun 2011. Penentuan sampel dilakukan dengan metode proportionate stratified random sampling, wawancara, dan uji ketelitian interpretasi. Penentuan tingkat prioritas penanganan kumuh dilakukan dengan disesuaikan dengan aspek non fisik. Tingkat ketelitian interpretasi citra Quickbird dalam menyadap informasi kekumuhan berkisar antara 90,46% sampai 94,47%. Hasil akhir penelitian ini berupa peta persebaran permukiman kumuh yang terbagi menjadi 4 kelas, yaitu tidak kumuh (352 blok), kumuh ringan (32 blok), kumuh sedang (187 blok), dan kumuh berat (88 blok). Kondisi kumuh yang mendapatkan prioritas utama untuk ditangani cenderung berada di lahan milik pemerintah yang digunakan oleh masyarakat umum.
Slums are phenomena that exist in major cities in Indonesia, including North Semarang sub-district. Slum areas in North Semarang sub-district is influenced by environment quality and population density. The aims of research were to asses the benefits of Quickbird satellite imagery in intercepting the slum parameters, to determine the distribution of slum areas and to determine the priority level of handling the slums in NorthSemarang sub-district. The method of this research was visual interpretation of slum parameters on Quickbird sattelite imagery. Field sample is obtained by using Proportionate stratified random sampling, interviewing, and interpreting accuracy test. Determination the priority level of handling the slums adapted by non-physical aspect. The accuracy level of Quickbird imagery in intercepting slum parameters ranging between 90,46% to 94,47%. The final result are distribution map of slum areas in Nort Semarang sub-district that have been divided into 4 categories, non-slum habitation (352 blocks), low slums (32 blocks), middle slums (187 blocks), and hard slums (88 blocks). Slum areas that have main priority to be handled is area used by the public.
Kata Kunci : permukiman kumuh, citra Quickbird, pemetaan, interpretasi visual, prioritas penanganan kumuh