Laporkan Masalah

ANALISIS CRITICAL SUCCESS FACTORS PENYELENGGARAAN LAYANAN E-LEARNING BERBASIS FRAMEWORK E-LEARNING MATURITY MODEL (Kasus: E-Learning Pada Program ICT EQEP di DIY)

WIHARDIANTO SN, Ir. P. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D.; Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pesatnya perkembangan implementasi layanan e-learning di Indonesia belum diimbangi oleh adanya suatu standar penyelenggaraan layanan e-learning yang resmi, baik dari pemerintah maupun dari institusi berwenang lainnya. Kealpaan ini mengakibatkan para penyelenggara layanan e-learning, terutama sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi faktor-faktor krusial yang harus diperhatikan dan dilaksanakan agar layanan e-learning memiliki mutu yang baik dan mampu berkembang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor kritis atau CSF yang berpengaruh dalam mencapai dan meningkatkan kapabilitas institusi penyelenggara layanan e-learning. Framework E-Learning Maturity Model (EMM) digunakan sebagai basis penyusunan model penelitian. Sebanyak 5 area proses dalam EMM direklasifikasi menjadi 8 variabel laten eksogen. Model analisis CSF tersusun atas 8 variabel laten eksogen tersebut ditambah dengan 1 variabel laten endogen dan 3 indikatornya dari hasil studi pustaka. Data penelitian diperoleh dengan mengambil sampel dari 110 sekolah sasaran program ICT EQEP tahap pertama di DIY. SEM-PLS adalah metode statistik yg digunakan untuk menganalisis data dan model penelitian. Sebagai hasil penelitian, dari keseluruhan 8 variabel yang diteliti, 5 variabel laten eksogen terbukti signifikan sebagai CSF penyelenggaraan layanan e-learning, yaitu Mekanisme Pembelajaran, Pengembangan Kompetensi Pendidik, Layanan Dukungan untuk Guru, Mekanisme Evaluasi dan Manajemen Organisasi. Sementara 3 variabel lain dinilai tidak cukup berpengaruh sebagai CSF. Ketiganya adalah Manajemen Kelas, Manajemen Infrastruktur dan Layanan Dukungan Untuk Peserta Didik.

The rapid deployment of e-learning implementation in Indonesia has not been matched by the presence of an implementation standard of e-learning services, either from the government or any other regulatory institutions. This omission resulted in the e-learning service providers, particularly schools in primary and secondary education, have difficulties in identifying the crucial factors that must be considered and implemented for e-learning to be able to achieve a standardized quality and capability of sustainable development. This study aims to identify the critical success factors or CSF needed in achieving and improving institutional capabilities of e-learning service providers. E-Learning Maturity Model (EMM) framework is used as the basis for the research model. A total of five process areas of the EMM are reclassified into eight exogenous latent variables. The CSF analysis model is composed of the eight latent exogenous variables and one endogenous latent variables with three indicators as an outcome of a literature review. Data were obtained by taking a sample from 110 schools as the target of the first stage of ICT EQEP programme in Daerah Istimewa Yogyakarta. SEM-PLS is the statistical method which is used to analyze the data and research models. As the result of research, from the whole 8 variables studied, 5 exogenous latent variables are significantly proved as CSF of e-learning implementation, these are the Learning Mechanism, Teachers Competencies Development, Support Services for Teachers, Evaluation Mechanism, and Organisation Management. While three other variables not considered quite influential as CSF. These are Classes Management, Infrastructure Management, and Support Services for Students.

Kata Kunci : e-learning, e-learning maturity model, critical success factors, sem, pls

  1. S2-2015-356800-abstract.pdf  
  2. S2-2015-356800-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-356800-title.pdf