Analisis Dampak Kebijakan Energi Nasional Terhadap Perilaku Pembelian Mobil di Indonesia Menggunakan Structural Equation Modeling
RIZKY MAULANA AKBAR SILABAN, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan S.T., M.T.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILPeralihan kepada mobil berbahan bakar alternatif merupakan salah satu solusi untuk mengurangi beban anggaran subsidi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon yang merusak lingkungan. Dengan adanya berbagai kebijakan yang dikeluarkan diharapkan akan mengurangi penggunaan mobil berbahan bakar minyak (BBM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari dampak kebijakan energi nasional terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian mobil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Data kuisioner disebarkan di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta dan diperoleh 375 sampel namun 70 sampel tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi kriteria. Variabel yang digunakan adalah 5 variabel laten eksogen, yaitu karakteristik responden, perilaku penggunaan mobil, perilaku pengisian bahan BBM, dampak subsidi BBM, perilaku pembelian mobil baru dan 2 variabel laten endogen, yaitu rencana membeli mobil baru konvensional di masa mendatang dan rencana membeli mobil baru alternatif di masa mendatang. Dilakukan 2 skenario untuk mengurangi pembelian mobil konvensional. Skenario yang paling efektif adalah dengan subsidi BBM yang kecil, dilakukan penjatahan pembelian BBM, memperbanyak stasiun pengisian bahan bakar serta selisih harga dan biaya pajak mobil alternatif dan konvensional yang kompetitif. Skenario tersebut akan menghasilkan pengurangan rencana pembelian mobil konvensional sebesar 4% dalam 5 tahun dan 35% dalam 15 tahun ke depan.
The transition to alternative-fueled cars is one of the solutions to reduce the burden of budget for fuel subsidies and reduce carbon emissions that damage the environment. Various policies issued to reduce the use of oil-fueled cars. The purpose of this study was to look for the impact of national energy policies on consumer behavior in car purchasing in Indonesia. This study used Structural Equation Modeling (SEM). Questionnaires were distributed in Jakarta, Surabaya and Yogyakarta and 375 samples obtained but 70 samples could not be used because it did not meet the criteria. The variables used were 5 exogenous latent variables, namely the characteristics of the respondents, the behavior of the use of the car, refueling behavior, the impact of the fuel subsidies, new car purchasing behavior and two endogenous latent variables, namely plan to buy a new conventional car in the future and plan to buy a new alternative car in the future. Two scenarios were conducted to reduce the purchase of a conventional car. The most effective scenario was with a small fuel subsidies, rationing fuel purchase, increasing fuel stations as well as make a competitive difference in price and taxcost between a conventional car's and alternative's. The scenario will result in a reduction of conventional car purchase planning by 4% in 5 years and 35% within the next 15 years.
Kata Kunci : subsidi bahan bakar, pembelian mobil, model persamaan struktural