Laporkan Masalah

Analisis Pemasaran Biji kakao di Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo

NETRIA DIYAN DINA, Dr. Ir. Lestari Rahayu, M.P. ; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi D, M.S.

2015 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dalam produksi kakao. Biji kakao adalah komoditas perdagangan yang potensial. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi salur'an pemasaran dan besarnya marjin pemasaran biji kakao, faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran biji kakao, besarnya farmers share, tingkat monopoli pada setiap lembaga pemasaran, dan efisiensi pemasaran biji kakao. Lokasi Penelitian ditentukan secara sengaja, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 40 orang petani, dan snowball sampling dengan 3 kelompok tani, 2 pedagang pengumpul kecil, 2 pedagang pengumpul besar serta 1 industri yaitu PT. Pagilaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran yang terbentuk ada 4 yaitu pada saluran I farmers share sebesar 92,827%, margin sebesar Rp 1.485/kg, pada saluran II farmers share sebesar 92,440%, margin sebesar Rp. 1.694/kg, pada saluran III farmers share sebesar 92,819%, margin sebesar Rp 1.556/kg, dan saluran IV farmers share sebesar 92,380%, margin sebesar Rp 1.574/kg. Penelitian ini menggunakan OLS untuk menentukan faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran biji kakao. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap marjin pemasaran adalah volume pemasaran, saluran pemasaran yaitu saluran II dan saluran III. Hasil analisis juga menunjukan bahwa kelompok tani adalah lembaga pemasaran yang bersifat sangat memonopoli dengan monopoli indeks sebesar 2,2 dan semua saluran pemasaran yang digunakan sudah efisien.

Indonesia is the third largest producer of cacao beans in the world. Cocoa beans are a potential trading commodity. Therefore, the purpose of this study was to identify the channel of cacao beans marketing and the amount of margin has accepted by farmer in each marketing organization, the factors of cacao beans marketing margin, the amount of farmers share, the monopoly index in each marketing organization, and marketing efficiency of cacao beans. The study areas defined as purposive sampling, done by using simple random sampling with 40 farmers, and using snowball sampling with 3 farmer groups, 2 district middlemens, 2 wholesaler and 1 industry is PT. Pagilaran. Result showed that there are four channels of marketing system, the channel I resulted farmers share to 90.24% with margin of Rp 1.485/Kg, channel II farmers share 92,440%, with margin of Rp 1.694/Kg, channel III farmers share 92,819%, with margin of Rp 1.556/Kg, while channel IV farmers share 92,380%, with margin of Rp 1.574/Kg. This study invoked OLS to determine the factors affecting marketing margin of cacao beans. The factors of cacao beans marketing margin found three variables were significant, volume of cacao beans marketing and channels of marketing (second channel and third channel). Besides, Result of analyse revealed that farmer groups are the most monopolies marketing organization which have monopoly index of 2,2 and all marketing channels in this study have been efficient.

Kata Kunci : Biji kakao, saluran dan marjin pemasaran, farmers share, monopoli indeks, efisiensi pemasaran.

  1. S1-2015-313293-abstract.pdf  
  2. S1-2015-313293-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-313293-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-313293-title.pdf