DINAMIKA PERAN PARA AKTOR DALAM PENGELOLAAN WISATA HERITAGE DALAM PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN KOTA SURABAYA (Studi Kasus Program Surabaya Heritage Track)
ELISABETH AJENG S.W, Ario Wicaksono, SIP, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Meskipun Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan, Surabaya memiliki potensi wisata budaya tinggi. Kota Surabaya banyak memiliki peninggalan-peninggalan warisan budaya jaman penjajahan. Banyak bangunan-bangunan berarsitektur kolonial yang bertengger masih kokoh dan megah hingga saat ini. Kota ini memiliki 169 bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah tersendiri. Bagunan cagar budaya merupakan warisan yang harus dilindungi. Bangunan bersejarah di Surabaya juga merupakan bukti bahwa kota ini layak menyandang sebagai kota pahlawan. Ironisnya kejayaan kota Surabaya sebagai kota bersejarah mengalami kemerosotan tajam. Banyak terjadi proses pelemahan nilai sejarah dalam tubuh masyarakat kota Surabaya mengalami percepatan karena beberapa hal antara lain penghancuran bangunan-bangunan cagar budaya, melemahnya minat masyarakat terhadap museum, minimnya kajian sejarah tentang Kota Surabaya, dan materi pengajaran sejarah di sekolah masih bersifat terpusat. Maka dari itu Pemerintah Kota Surabaya dan House Of Sampoerna menyelenggarakan program yang dapat menghidupkan wisata Heritage yaitu melalui program Surabaya Heritage Track. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika pengelolaan Program Surabaya Heritage Track dalam pengembngan kepariwisataan Kota Surabaya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mendeskripsikan fenomena yang menjadi masalah utama dalam Program Surabaya Heritage. Upaya-upaya pengelolaan program Surabaya Heritage Track dilakukan secara sinergis, bertanggung jawab, dan kolaboratif antar stakeholders terkait dengan menggunakan konsep DMO (Destination Organization Management). Dimana dari analisis permaslahan yang ada ,ditemukan jawaban untuk mengatasi segala permasalahan pengelolaan dalam rangka pengembangan kepariwisataan Jota Surabaya, antara lain : (1) meningkatkan koordinasi dalam hal peningkatan daya guna fungsi jalan, yaitu dengan mengurahi hambatan-hambatan di badan jalan, terlebih pada jalur yang dilalui bus SHT.(2) Pemerintah dan Manajemen SHT lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak- pihak pemilik bangunan cagar budaya mengenai ijin agar lebih banyak lagi variatif tujuan wisata yang diperkenalkan. (3)Melebarkan sayap kerja sama dalam promosi program SHT. (4) menghimbau pemerintah untuk lebih peduli dan peka terhadap segala isu yang berkaitan dengan pengalihfungsian dan penghancuran bangunan cagar budaya. (5) mengharapkan pemerintah juga bisa bekerja sama dengan stasiun televisi lokal. (6) diharapkan ada penambahan armada.(7)diharapkan ada pengalihfungsian bus SSCT untuk penambahan bus SHT. (8) Diharapkan Pemkot Surabaya menyelenggarakan program serupa SHT.
Although Surabaya known as a metropolitan city. Surabaya has a high potential for cultural tourism. Surabaya city has many relics of the cultural heritage of the colonial era. Many buildings of colonial architecture still standing strong and majestic to the present. Surabaya has 169 heritage buildings which has its own history. Buildings of cultural heritage is a heritage that must be protected. Historic buildings in Surabaya is also a proof that this city as a city worthy of the hero. Ironically heyday as the historic city of Surabaya city experienced a sharp deterioration. Many a process of weakening the value of history in the city of Surabaya society bodies to accelerate for several reasons, among others, the destruction of cultural heritage buildings, sapping public interest in museums, the lack of history of the city of Surabaya, and instructional materials in the school's history remains centralized. Thus the Surabaya City Government and the House Of Sampoerna held a program that can turn the Heritage travel is through Surabaya Heritage Track program. This study aims to determine how the dynamic management of Surabaya Heritage Track Program pengembngan tourism in the city of Surabaya. The data obtained and analyzed to describe the phenomenon that a major problem in Surabaya Heritage Program. Management efforts Surabaya Heritage Track program be synergistic, responsible, and collaboratively among stakeholders associated with using the concept of DMO (Destination Management Organization). Where existing permaslahan analysis, found answers to solve all the problems of management in order to develop tourism Jota Surabaya, among others: (1) improving coordination in terms of increased efficiency of road function, ie with Decreases obstacles on the road, especially on a track SHT bus traversed. (2) The Government and Management SHT further improve coordination with the parties - the owners of heritage buildings so as to permit more varied tourist destinations introduced. (3) Spreading the wings of cooperation in the promotion of SHT program. (4) called on the government to be more caring and sensitive to all the issues related to pengalihfungsian and destruction of cultural heritage buildings. (5) the government expects to be working with a local television station. (6) expected no additional fleet. (7) No pengalihfungsian bus SSCT expected to increase SHT bus. (8) Expected Surabaya City Government organized a similar program SHT.
Kata Kunci : Surabaya Heritage Track, Wisata Heritage, Destination Management Organization