Networking antara Peran Pemerintah Daerah, Asosiasi Bisnis, Koperasi serta Bank Daerah dalam Rangka Pengembangan UMKM di Kasongan
ARDIAN SYUKRI NURRAHMAN, Agustinus Subarsono, M.Si, MA, Ph.D
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Pengaruh suatu musibah / bencana alam pada tahun 2007 yang berupa gempa bumi terhadap pengembangan UMKM sangatlah besar. Seperti yang dialami para pengrajin di Desa Kasongan, Bantul. Pengaruh yang ditimbulkan yakni adanya kemrosotan pendapatan pengrajin dikarenakan banyak rusaknya alat-alat yang digunakan oleh pengrajin rusak . Tidak hanya itu, barang-barang produksi siap jual pun runtuh dikarenakan musibah gempa bumi. Oleh karena itu, yang menarik untuk peneliti yakni adanya upaya pengembangan yang dilakukan oleh para pengrajin dan masyarakat Kasongan untuk mengembalikan apa yang telah hilang karena ditelan bencana dan kemudian dijadikan potensi yang lebih besar sebagai mesin pencari uang bagi pengrajin. Pengrajin Kasongan tidak bekerja secara individu, melainkan mereka bekerja secara bergotongroyong dalam mengembangkan UMKM. Pengrajin sadar bahwa untuk menguatkan UMKM Kasongan perlu adanya kerjasama antar pihak yang terkait dalam mengembangkan UMKM. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis perkembangan UMKM Gerabah Kasongan dengan melihat networking antara peran lembaga, baik lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Pengembangan dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, daripada kondisi sebelumnya sehingga mampu memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang datang ke Desa Kasongan yang memiliki icon wisata gerabah. Selain itu juga untuk melihat permasalahan yang ditemui di lapangan dan menganalisis permasalahan tersebut untuk mendapatkan opsi penyelesaian yang lebih baik. Dalam penelitian mengenai Pengembangan Produk Unggulan Gerabah yang berfokus pada keterkaitan (kerjasama) antara pemerintah daerah ( Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan Dinas Pariwisata), Koperasi Setya Bawana dan Koperasi Senin Kliwon Kasongan, serta Asosiasi Bisnis (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) dan Bank Daerah dalam usaha pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kasongan. Pemerintah daerah memberi perhatian utama dalam pengembangan UMKM Kasongan dikarenakan banyaknya persaingan antara UMKM untuk menjadi lebih baik. Fungsi yang memberikan kesatuan dan kerjasama antar pelaku bisnis demi kemajuan bersama. Tanpa adanya kerjasama antara pemerintah dan pelaku bisnis seperti koperasi dan perbankan, maka UMKM di Kasongan tidak akan berjalan dengan baik.Networking juga sangat dibutuhkan oleh para UMKM untuk melakukan pengembangan bisnis yang dimilikinya, baik relasi dari pemerintah ataupun koperasi dan perbankan.
Effect of a calamity / disaster in 2007 in the form of earthquakes on the development of SMEs is very large. As experienced craftsmen in Kasongan, Bantul. The effect that any revenue downturn caused much damage craftsman tools used by craftsmen damaged. Not only that, the goods ready for sale production collapsed due to the earthquake. Therefore, it is of interest to researchers that any development effort made by the craftsmen and community of Kasongan to restore what has been lost because of the disaster swallowed and then made a greater potential as a "search engine money" for craftsmen. Kasongan craftsmen did not work individually, but they work with mutual cooperation in developing SMEs. Craftsmen are aware that to strengthen SMEs of Kasongan need for cooperation among stakeholders in developing SMEs. The purpose of this research is to analyze the development of SMEs Pottery Kasongan by looking at the role of networking between agencies, both government and non-government agencies. Development is done to get a better economic growth, rather than the previous condition so as to give satisfaction to the customers who come to Kasongan which has a tourist icon "pottery". In addition, to see the encountered problems in the field and analyze these issues to get a better settlement option. In the study of pottery Featured Product Development that focuses on the relationship (cooperation) between the local government (Department of Industry and Trade and the Department of Tourism), Cooperative Setya Bawana, Cooperative Senin Kliwon Kasongan and Business Association (National Craft Council) and the Regional Banks in the business development of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in Kasongan. Local governments provide a major concern in the development of SMEs Kasongan because many competition between SMEs to become better. Function which gives unity and cooperation among businesses for the future progress. Without cooperation between the government and businesses such as cooperatives and banks, the SMEs in Kasongan will not run properly. Networking is also needed by SMEs to conduct its business development, either from the government or cooperative relations and banking.
Kata Kunci : SME , Networking , Cooperation , Development