Laporkan Masalah

Entrepreneurial State di Cina dan Amerika Serikat: Pengembangan E-commerce

NUR ARIANI, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Pada era kontemporer, teknologi menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat di berbagai negara. Teknologi digunakan di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor ekonomi atau yang dikenal dengan e-commerce. Pada tahun 1960-an, e-commerce mulai berkembang dan saat ini perkembangan e-commerce sedang berada dalam periode emasnya. E-commerce menjadi revolusi industri yang tidak hanya mampu mengubah kegiatan-kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu mengubah gaya hidup. Dalam sektor e-commerce, Cina dan Amerika Serikat menjadi dua negara yang berada di posisi teratas dan pemerintah kedua negara memiliki peran penting dalam pengembangan e-commerce di negara masing-masing. Pemerintah Cina dan pemerintah Amerika Serikat bekerja sebagai entrepreneurial states. Kedua pemerintah membangun fondasi e-commerce melalui Golden Projects dan Defense Advanced Research Project Agency. Namun, pemerintah Cina dan pemerintah Amerika Serikat mengambil posisi dan memberikan intervensi yang berbeda dalam proses pengembangan e-commerce selanjutnya. Pemerintah Cina mengambil leading role dan lebih banyak melakukan directive entrepreneurial intervention, sedangkan pemerintah Amerika Serikat mempersilakan privat untuk memimpin dan lebih banyak memberikan facilitative entrepreneurial intervention. Hal ini berdampak pada perkembangan e-commerce di masing-masing negara. Di Cina e-commerce mengalami peningkatan pesat dan mengubah pola kegiatan ekonomi secara signifikan, sementara di Amerika Serikat e-commerce berkembang dalam bentuk integrasi adaptif. Penelitian yang dibahas dalam skripsi ini menunjukkan bahwa pemerintah Cina dan pemerintah Amerika Serikat menjadi aktor kunci dalam pengembangan e-commerce. Peningkatan e-commerce di Cina dan Amerika Serikat yang berbeda terkait dengan perbedaan kedua pemerintah dalam menjalankan peran sebagai entrepreneurial state.

In contemporary era, technology becomes one of important things for people around the world. Technology has been and is being used in various sectors. In 1960s, utilization of technology for economic activities -electronic commerce- was commenced and now e-commerce is in its golden period. E-commerce is an industrial revolution which is not only able to change economic activities but also life style of societies. China and United States are leaders of this sector. Chinese government and US government, as entrepreneurial states, hold the key roles in the development of e-commerce. Both governments have built foundation of e-commerce in their countries, Chinese government created Golden Projects and US Government initiated Defense Advanced Research Project Agency. Yet, they took different steps in the next process of development. In China, the government run the leading role of e-commerce development and more directive entrepreneurial interventions. Meanwhile, US government let private actors lead and undertook more facilitative entrepreneurial interventions. These differences affect the development of e-commerce in China and United States. Chinese e-commerce is raising and changing economic activities of the country significantly. On the other hand, US e-commerce performs adaptive integration pattern. This research shows that Chinese government and US government are key actors in the development of e-commerce. The differences of their roles as entrepreneurial states affect the development of e-commerce in each country.

Kata Kunci : entrepreneurial state, pengembangan e-commerce, intervensi, pemerintah Cina, pemerintah Amerika Serikat

  1. S1-2015-296950-abstract.pdf  
  2. S1-2015-296950-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-296950-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-296950-title.pdf