ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DENGAN KONSEP DAYA TAMPUNG WILAYAH UNTUK PERENCANAAN KOTA PASARWAJO KABUPATEN BUTON
APDIKUSUMA, Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., MSP;Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si
2015 | Tesis | S2 GeografiPembangunan wilayah dilaksanakan untuk mengendalikan fungsi ruang berdasarkan karateristik lingkungan dan daya dukungnya. Pemanfaatan ruang untuk bermukim di wilayah perkotaan terbatas dikarenakan oleh pertumbuhan penduduk dan pembangunan fasilitas perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan luas lahan potensial permukiman, mengetahui luas kavling ideal, daya tampung wilayah terhadap permukiman dan arahan strategi pengembangannya. Metode analisis untuk mengetahui luas lahan potensial yang tersedia dengan teknik tumpang susun data luas kawasan fungsional. Luas lahan potensial untuk permukiman di Kota Pasarwajo 1.223,24 Hektar atau 40,01 % dari luas kawasan perkotaan 3056.83 ha, sedangkan luas lahan untuk kavling rumah 746.92 Hektar. Hasil klasifikasi, berdasarkan jenis mata pencaharian diperoleh luas kavling ideal dengan komposisi perbandingan (3 unit Tipe 1 = 189 m2/unit : 2 unit Tipe 2 = 240 m2/unit : 1 unit Tipe 3 = 262 m2/unit), maka total luas adalah 1.309 m2 kebutuhan 31 jiwa dan kebutuhan luas kavling/kapita = 42 m2. Kavling yang dapat dibangun di lahan potensial adalah 5.702 unit tlv dan mampu menampung 176.752 jiwa. Tahun 2033, proyeksi pertambahan penduduk sejumlah 35.143 jiwa, maka kapasitas tampung lahan tersedia untuk permukiman masih mencukupi dengan surplus lahan seluas 598,41 hektar dan mampu menampung 141.608 jiwa. Unit wilayah yang memiliki lahan potensial paling prioritas untuk pengembangan permukiman berada di wilayah Desa Lapodi, Kelurahan Pasarwajo, Kelurahan Takimpo dan Desa Kondowa.
Regional development implemented to control the functions of space based on the characteristics of the environment and carrying capacity. Utilization of space to live in urban areas is limited due to population growth and development of urban facilities. This study aims to identify potential land distribution and settlement, knowing the ideal spacious plots, the capacity of the region to settlement and development of strategic direction settlements. Potential land area for settlement in the Pasarwajo City is 1.223,24 hectares or 40,01% from the urban area of 3.056,83 hectares, while the area of land available for house plots 746,92 hectares. The results of classification, based on the type of livelihood obtained broad base with composition ratio (3 units of Type 1 = 189 m2 /unit : 2 units of Type 2 = 240 m2 /unit : 1 unit of Type 3 = 262 m2 /unit), the total of kavling wide is 1.309 m2 needs 31 people and the broad needs of kavling ideal = 42 m2. The total of kavling that can be built in potential of land area is 5,702 units tlv and able to accommodate 176.752 persons. In 2033, the projected increase in population of 35.143 persons, capacities of the land available for settlement remains adequate to surplus land area of 598,41 hectares and can accommodate 141.608 persons. The unit area that has the most potential to be a priority for the development of settlements in the Lapodi Village, Pasarwajo Village, Takimpo Village and Kondowa Village
Kata Kunci : Lahan, Permukiman, Kavling Ideal dan Daya Tampung