Laporkan Masalah

MENGUAK KEMISKINAN DI TANAH EMAS (RELASI ANTARA PEMERINTAH DAN PT. NEWMONT NUSA TENGGARADALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KECAMATAN SEKONGKANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT)

SAUMI RAMDANI, Nur Azizah, S.IP. M.Sc

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Studi ini bertujuan untuk membongkar praktek perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha yang berujung pada penciptaan kemiskinan bagi masyarakat dampak tambang di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Kendatipun kemiskinan telah menjadi persoalan klasik di Kecamatan Sekongkang, namun realitas kemiskinan semakin mencemaskan di tengah hadir dan beroperasinya pembangunan yang digerakkan oleh industri pertambangan tersebut. Kemiskinan sebagai sebuah penderitaan sengaja dipertahankan oleh elit politik dan elit ekonomi dikarenakan adanya motif yang menguntungkan dibalik kebodohan dan kemiskinan yang sengaja ditimpakan kepada masyarakat lingkar tambang tersebut. Realitas tersebut memberikan gambaran terang bahwa masyarakat lingkar tambang menjadi korban yang dibenarkan atas nama kemakmuran segelintir pihak. Persoalan kemiskinan dalam konteks ini menjadi komoditi yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam rangka memperkaya para predator politikdan predator ekonomi. Rumusan masalah yang kemudian diajukan dalam studi ini adalah: Bagaimana relasi antara pemerintah dan PT. Newmont Nusa Tenggara dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat? Studi ini mengadopsi dua kerangka teoritik: yakni teori predatory state dan teori CSR (Corporate Social Responsibility) dalam praktek kamuflase sebagai kerangka analisa dalam studi ini. Teori predatory state digunakan untuk menguak motif perselingkuhan antara state actors dan privat actors, realitas perselingkuhannya menciptakan predator lokal dan predator ekonomi yang melakukan transaksi simbiosis mutualisme. Secara sadar atau tidak, para elit politik itu kemudian menjadi penghamba kepentingan asing dan melakukan korupsi yang paling besar dan berbahaya karena mempertaruhkan kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan ekologi bahkan merusak tatanan sosial budaya masyarakat dampak tambang yang menjerumuskan mereka pada lembah kemiskinan. Sungguh sangat mengerikan kekuasaan digunakan untuk melacurkan tanah kelahiran sendiri. Alih-alih dapat menyuarakan aspirasi rakyat terhadap kebijakan yang ada, yang terjadi justru menjadi instrumen pembela korporasi, dan rakyat jadi bayarannya. Sementara teori CSR (Corporate Social Responsibility) digunakan untuk menjelaskan hakekat diimplementasikan program CSR oleh PT. Newmont Nusa Tenggara yang diyakini oleh banyak pihak sebagai penawar untuk mengurangi jumlah kemiskinan di daerah dampak tambang. Sayangnya pengurangan jumlah kemiskinan itu tidak akan terjadi dikarenakan praktek CSR yang digembar-gemborkan sebagai kebaikan hati korporasi justru bersifat kamuflase dan rentan dipolitisasi oleh berbagai aktor yang bersyahwat untuk menangguk keuntungan pribadi dan golongan. Bagi korporasi implementasi CSR dibutuhkan untuk memperoleh lisensi sosial dan menjaga citra positif di mata dunia dalam rangka mengukuhkan dominasi bisnisnya. Skema CSR justru menjadi racun yang memiskinkan masyarakat dampak tambang karena kucuran dana dan programnya dinikmati oleh penikmat yang tidak semestinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan studi kasus yang mendahulukan pengumpulan data penelitian melalui wawancara mendalam dan pemanfaatan data-data sekunder yang relevan. Hasil temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa telah terjadi perselingkuhan berjenjang yang melibatkan seluruh aktor (kepala-kepala desa, pihak kecamatan, tokoh-tokoh lokal, pengusaha-pengusaha lokal serta pemerintah daerah) yang berkolaborasi bersama PT. Newmont Nusa Tenggara untuk melakukan eksploitasi dan penindasan terhadap masyarakat dampak tambang atas nama profit. Para predator ekonomi melalui berbagai macam cara melalukan penyogokan terhadap seluruh aktor yang rela tampil sebagai protector dan pelayan kepentingan korporasi (PT. Newmont Nusa Tenggara). Sehingga tidak mengherankan kalau pihak korporasi bahkan mampu membeli dan mendikte pemerintah daerah-desa di Kabupaten Sumbawa Barat agar bersesuaian dengan kepentingan PT. Newmont Nusa Tenggara. Para predator yang tergerus rasa pedulinya itu telah silau dengan kekayaan jangka pendek yang dipertukarkan dengan menjual kemiskinan masyarakat dampak tambang sebagai jaminan. Artinya, masyarakat dampak tambang dimiskinkan oleh seluruh predator melalui berbagai aspek: politik, ekonomi, sosial budaya dan ekologi yang dieksploitasi secara massif untuk kemakmuran segelintir pihak. Disisi lain CSR memperlihatkan praktek yang ironi karena dijadikan celah dan alat bagi pemerintah (daerah-desa) untuk melepaskan tanggungjawabnya dalam menyediakan pelayanan publik kepada masyarakat dampak tambang. Pemerintah daerah seolah mempasrahkan segala jenis kebutuhan pelayanan publik masyarakat dampak tambang untuk dihandle sepenuhnya oleh PT. Newmont Nusa Tenggara. Namun perlu kita sadari bahwa kepedulian yang dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang merupakan sebuah manipulasi untuk membangun citra positif perusahaan di mata masyarakat lokal. Nyatanya, PT.NNT tidak pernah serius dalam menggarap dan menyediakan pelayanan publik, bahkan kebutuhan pelayanan kesehatan di Kecamatan Sekongkang masih sangat kurang dan jauh dari kata layak. Rendahnya ketersediaan pelayanan publik menjadi salah satu faktor penentu yang membuat masyarakat dampak tambang semakin miskin. Pada intinya kemiskinan yang terjadi di Kecamatan Sekongkang merupakan kemiskinan by-design yang sengaja dilakukan oleh seluruh aktor yang berkoalisi untuk mendeskriditkan masyarakat dampak tambang.

The purpose of this study is to break the conspiracy between the governor and industrialist which is caused to the poverty of the impact of mining society in Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Meanwhile the poverty has becoming the classical issue in Kecamatan Sekongkang, but the poverty going worse in the middle of mining industries development. The poverty as an infliction deliberately maintained by political elite and economical elite because of some advantages due to ignorance and poverty which is inflicted to the society around the mining area. This reality gives a clear overview that actually the society around the mining area are victim behinds prosperity of some parties. The poverty issue is used by the political predator and economical predator as the instrument to enrich their selves. Research question submitted in this study is: How is the relation between the government and PT. Newmont Nusa Tenggara in effort of tackling the poverty in Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat? This study adopts two theoretical concept: that is predatory state theory and CSR (Corporate Social Responsibility)camouflage theory as an analytical framework in this study. Predatory state theory used to reveal the conspiracy between state actors andprivate actors,the conspiracy create the mutualism symbiosis between local predator and economical predator. Consciously or not, political elites became interest corporation attendant and practiced large and dangerous corruption because destroy economical sovereignty, ecological sovereignty in fact destroy the social culture of the society around mining area which is bring them to the poverty. That is really terrible that the power is used to exploit the land of birth. Instead of voicing people aspiration toward the policy, things happen became instrument of corporate defenders and the people as the cost. Meanwhile CSR (Corporate Social Responsibility)theory used to explain the substances of CSR implementation program by PT. Newmont Nusa Tenggara which is believed to be the solution to reducing poverty in mining area. Unfortunately the reduction of poverty will not happen because CSR practice is just camouflage and politicized by various actors to acquire personal wealth. For the corporation CSR implementation is needed to obtaining social license and maintain positive image in the eyes of the world in order to strengthen business dominations. CSR scheme be poison that impoverish society around mining area because of funding and CSR program enjoyed by undue. This research used a qualitative method, through a case study approach that puts research data collection through in depth interviews and relevant secondary data. The findings of this study stated there has been conspiracy involving all actors (headman, the sub-district, local leaders, local businessman, and local government) who collaborate together with PT. Newmont Nusa Tenggara to perform exploitation and oppression toward society around mining area in the name of profit. The economic predator use variety of way buy over all actors who are willing to appear as a protector and attendant of corporate (PT. Newmont Nusa Tenggara) interest. So it is not surprising that corporation was even able to buy and dictate local government, village government in Kabupaten Sumbawa Barat to be willing with the interest of PT. Newmont Nusa Tenggara. The predators have eroded sense cares been blinded by short-term wealth exchanged by selling poverty as collateral. This means that the people impoverished by all predator through various aspect: politic, economic, social culture and ecology massively exploited for the prosperity of the view parties. On the other sight CSR shows the ironical practice because used as cracks and tools by local government-village government for the discharge of their responsibilities in providing public services to the community. As the local government handed over all kinds of needs of public services of the society to be handle by PT. Newmont Nusa Tenggara. But we need to realize that caring is done by the company to the community is a manipulations to build positive image of the company in the eyes of the local society. In point of fact, PT.NNT never serious in a working and providing public services and even health care needs in the Kecamatan Sekongkang is still lacking and far from feasible. The low availability of public services be one of the deciding factors that make people more poor. In essence what happens is poverty by-design intentionally done by all actor who coalesced to discredit the community.

Kata Kunci : Kemiskinan, Predatory State, CSR Kamuflase

  1. S1-2015-297110-abstract.pdf  
  2. S1-2015-297110-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-297110-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-297110-title.pdf