Laporkan Masalah

Perkembangan Pola Spasial Permukiman di Desa Minomartani Yogyakarta

MAFTUHU ROKHMAT, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD.

2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai tempat berlindung dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Permukiman juga merupakan bagian dari hak manusia untuk hidup dimanapun dengan aman, damai, dan bermartabat. Kota Yogyakarta sebagai salah satu kota besar, pada akhirnya akan mengalami keterbatasan lahan untuk kegiatan bermukim. sehingga berkembang permukiman-permukiman di pinggiran kota dan salah satunya adalah Desa Minomartani. Menurut Colby (dalam Yunus, 2000) mengemukakan bahwa, dari waktu ke waktu kota berkembang secara dinamis dalam artian selalau berubah dari waktu ke waktu dan demikian pula pola penggunaan lahannya. Dikarenakan ketersediaan ruang di dalam kota tetap dan terbatas, maka secara alamiah terjadi pemilihan alternatif dalam memenuhi kebutuhan ruang untuk tempat tinggal dan kedudukan fungsi-fungsi untuk mengambil ruang di daerah pinggiran kota. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan pola spasial permukiman dan faktor yang memengaruhinya, serta untuk menilai baik atau buruknya pola spasial permukiman yang ada di Desa Minomartani yang ditinjau secara fisik, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif-kualitatif dengan paradigma rasionalistik. Pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan data-data sekunder terkait. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan teknik wawancara yaitu indepth interview terhadap pelaku pembangunan permukiman. Analisis perkembangan pola spasial permukiman dilakukan melalui hasil memaknai dara citra bumi dam lokasi perkembangan permukimannya dari tahun ke tahun, serta dari hasil interpretasi wawancara. Sementara faktor yang memengaruhinya dilakukan dengan memaknai data dari sejarah dan perkembangan (fisik, sosial, ekonomi, politik). untuk penilaian baik dan buruk terhadap pola spasial permukiman didasarkan dari Peraturan Perumdangan tentang permukiman. Dari Penelitian ini, ditemukan bahwa permukiman yang dibangun pengembang cenderung berbentuk pola linear sejajar dan linear memanjang. Sementara permukiman yang dibangun secara perseorangan oleh masyarakat cenderung berbentuk menyebar, mengumpul, mengelompok, dan kurvalinear. Secara umum, dalam perkembangannya faktor yang paling mempengaruhinya adalah harga lahan atau rumah, perubahan pola pikir masyarakat, keluarga, dan kegiatan pengembang. Pola spasial permukiman yang dibangun oleh pengembang ditinjau dari segi fisik, sosial, dan ekonomi termasuk dalam kategori penilaian baik. Sedangkan pola spasial permukiman yang dibangun oleh masyarakat secara perorangan ditinjau dari segi fisik, pola-pola tersebut masuk dalam kategori penilaian buruk. Namun ditinjau dari segi sosial dan ekonomi, pola-pola tersebut tidak sepenuhnya buruk. Hal ini dikarenakan jarak pembangunan permukiman yang cenderung masih berdekatan dajn dekat dengan jalan, sehingga pola-pola tersebut tidak sepenuhnya menjadi masalah.

Settlement is one of the basic human needs as shelter and socialize witih other people. Settlement is also part of the human right to live anywhere safely, peacefully, and dignified. in the end, Yogyakarta city as one of the major cities will have limited land for sattlement, thus developing settlements on the outskirts of the city and one of them is Minomartani village. According to Colby (in Yunus, 2000) suggested that, from time to time the city is developed dynamically in the sense of constantly changing from time to time and as well as land use patterns. Due to the availability of space in the city is fixed and limited that promotes alternative options to meet the needs for shelter space and position functions to take up space in the suburbs. This study aims to identify and analyze the development of spatial settlement patterns in the Minomartani village reviewed hrough physical, social, and economic aspects. The method used in this research is deductive-qualitative rasionalistic paradigm. The collection of data through observation, interviews, and related secondary data. Sampling was done by purposive samping with interview techniques, namely depth interviews towards settlement construction. Analysis of the development of spatial settlement patterns is done through image data to interpret the results of the earth and the location of settlements development from year to year, and also interpreted with the results of the interview. While, the factors that influence was interpreted from the history and development (physical, social, economic, political). for good and bad assesment of the spatial pattern of settlement based on the Laws of the settlement. From this study, it is found that the settlements built by developers tend to form a linear pattern of parallel and elongated linear. While the settlements built individually by the community tend to be spread out, gather, group, and kurvalinear. In general, the development of the most influencing factor is the price of land or a house, change of the mindset of the community, family, and developer activities. Spatial pattern of settlements built by developer in terms of physical, social, and economic included in the category of good assesment. While the spatial pattern of the sattlements built by the individual in terms of the physical patterns can be categorized in bad assesment. But in terms of social and economic, the patterns are not entirely bad. This is because the distance settlements are likely to still close together and close to the road, so that these patterns are not entirely become problem.

Kata Kunci : Pola Spasial, Permukiman, Perkembangan, Minomartani

  1. S1-2015-298021-abstract.pdf  
  2. S1-2015-298021-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-298021-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-298021-title.pdf